Antoninho Rangel Da Silva Putra Asli Timor Timur Resmi Berpangkat Brigadir Jenderal
Diterbitkan Selasa, 31 Mei, 2022 by NKRIPOST

Antoninho Rangel Da Silva Putra asli Timor Timur yang Kini resmi berpangkat jenderal bintang satu, Brigadir Jenderal TNI tersebut merupakan pria kelahiran 17 Agustus 1968 di Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste.
Ia merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) angkatan 1992 dari kecabangan infanteri.
Dalam perjalanan di dunia ketentaraan, Antoninho tercatat pernah berdinas di Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha dan Batalyon Infanteri 410/Alugoro
Kemudian, ia juga pernah dipercaya menjadi instruktur perang di Pusat Pendidikan Infanteri Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, Antoninho juga pernah menjadi Perwira Pembantu Madya Pam Sinteldam VI/Mulawarman, Kasi Intel Korem 101/Antasari, dan Asops Satintel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Kemudian, Staf Ahli Pangdam IX/Udayana Bidang Ekonomi, dosen Sesko TNI, Paban IV/Log Ditum Sesko TNI, hingga Pamen Denma Mabesad.
Ia juga tercatat menjadi salah satu perwira yang turut mendesain pembentukan satuan Raider, sebuah pasukan elite yang dimiliki TNI.
Alumnus Akademi Militer (Akmil) Magelang Angkatan 1992 ini kini mengemban jabatan sebagai Wasintel KSAD Bidang Jemen Intel (Manajemen Intelijen) ini juga sebelumnya pernah menduduki sejumlah jabatan penting di TNI AD dan Mabes TNI.
BACA JUGA:
20 Tahun Sudah Provinsi Timor-Timur Menjadi Negara Timor Leste
Kasad Dudung Bahagia Jumpa Bayi Kembar Siam Putri Serda Fredrik
KPU RI Terima Enam Arahan Presiden Jokowi Terkait Pemilu 2024, Begini Isinya
Selain itu, Brigjen Antonio ternyata ikut mendesain Pembentukan Satuan Raider, mendesain video interaktif International Humanitarian Law and International Human Rights Law dengan Lembaga International Committee Of The Red Cross (ICRC) ihwal penerapan HAM dan Hukum Humaniter Internasional bagi prajurit TNI AD di saat perang maupun damai
Atas hal itu, pria jebolan Akademi Militer 1992 itu mendapat penghargaan dari ICRC. Yakni, untuk mengikuti 9th Summer Course On International Humanintarian Law, Sanremo, Italy dan Geneva, Swiss pada tahun 2009.
Bahkan, pada tahun 2010 pernah mendesain sebuah taktik yang namanya Taktik Bertempur (Tikpur) “Brigade dalam Operasi Lawan Insurjensi” untuk TNI AD.
Atas prestasinya, Antonio mendapat penghargaan dari KSAD, saat itu, Jenderal TNI (Purn) almarhum Goerge Toisutta. Dia mendapat kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Seskoad tanpa tes.
BACA JUGA:
Timnas Sepak Bola Indonesia Bakal Di Latih Portugal, Seperti Timor Leste
Ponte Presindente B.J.Habibie Bukti Habibie Selalu Hidup Dalam Sejarah Timor Leste
Mayjen TNI Gabriel Lema: Prajurit Kodam Harus Jadi Contoh Dalam Membangun Toleransi Antar Umat Beragama
Sementara itu usai menerima kenaikan pangkat, Brigjen Antonio mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman atas kepercayaan tugas yang baru kepadanya sehingga eks Dosen Sesko TNI itu berhak menyandang pangkat jenderal bintang satu, yaitu brigadir jenderal TNI.
“Saya akan mengembang tugas dengan sebaik mungkin secara profesional berbasis kompetensi, yakni berdasarkan spesialisasi Jabatan Militer yang berlaku di lingkungan TNI,” ujar Brigjen Antonio.
Lebih lanjut Brigjen Antoninho mengatakan bahwa sebuah kehormatan bisa mendapatkan kenaikkan pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
“Sebuah kehormatan yang hakiki bagi setiap prajurit sehingga kesempatan tersebut dapat digunakan untuk berkarya secara profesional, efektif, efisien dan modern,” kata Antoninho dilansir dari Kompas, Selasa (31/5/2022).(Tim)
