LKAAM Limapuluh Kota Gelar Pertemuan Dengan Niniak nan Barampek, Ternyata Bicarakan Ini
Diterbitkan Rabu, 18 Mei, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, LIMAPULUH KOTA – Pertemuan Silaturahmi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau ( LKAAM) Kabupaten Limapuluh Kota dengan Niniak nan Barampek berlangsung dengan canda tawa dan penuh keakraban, Selasa (17/5/2022).
Pertemuan yang telah di jadwalkan oleh Pengurus Kerapatan Adat Alam Minang Kabau ( LKAAM) Kabupaten Limapuluh Kota di Tarantang, Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut berjalan seru dengan penuh kekeluargaan.
Sesuai dengan undangan yang telah disampaikan oleh Pengurus LKAAM, AA. Dt Karongkong Kayo, selaku wakil ketua 1, yang mana pertemuan hari ini di hadiri oleh Pengurus LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota, dan Unsur Pimpinan LKAAM Kecamatan dan beberapa orang ketua KAN yang ada di nagari – nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota serta Niniak Nan Barampek yang berasal dari Limbonang Koto Laweh, Muara Takus (Kampar), Maek Aur Duri dan dari Mungka Koto Tuo.
BACA JUGA:
Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau: Selamat Atas Terpilihnya Dr. H Fauzi Bahar Dt. Nan Sati Sebagai Ketua LKAAM Sumbar
LKAAM Bukan Exekutor Melainkan Mediator, Mencari Solusi Agar Yang Bertikai Berujung Damai
Sesuai dengan rencana, awal sebagaimana yang di sampaikan oleh Dt. Tumbi Rajo , tepat Jam 9:30 wib acara di buka oleh MC yaitu oleh Zulkifli Dt Rajo Mangkuto, sebagai wakil Ketua penyelesaian Soko jo Pusako, dan kemudian langsung di iringi kata sambutan oleh Ketua LKAAM Zulhikmi Dt Rajo Suaro.
“Karena kita masih di Bulan Sawal, untuk itu saya ucapkan Minal aidin waffaizin, Mohon Maaf lahir dan batin, semoga segala amal kita di balas Allah dengan pahala yang berlipat ganda amiin amin ya, robbilallamin.” Ujar Ketua LKAAM Zulhikmi Dt Rajo Suaro mengawali sambutannya.
“Hari ini adalah momen yang kita tunggu – tunggu dan nantikan, semoga dengan pertemuan ini, bisa mempererat silaturahmi kita sesama niniak mamak, pemangku adat di nagari – nagari yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, termasuk nagari Rantau, yaitu Muara Takus daerah Kampar (Riau) yang masyarakatnya berasal dari keturunan Minang Kabau. termasuk niniak nan barampek yaitu Dt .Rajo Dibalai, kemudian ada Dt Majo Indo dari Limbanang Koto Lawe, ada Dt Bandaro dari Maek Aur Duri dan terakhir Dt Siri Marajo Dari Maek Koto Tuo.”Jelasnya.
Zulhikmi Dt.Rajo Suaro kemudian menguraikan sejumlah tujuan diselenggarakannya pertemuan silaturahmi tersebut. Yang diantaranya akan undang juga Rajo Mufakat nan Balimo.
“Tujuan dari pertemuan ini adalah dalam rangka menyatukan paham dan pandangan, tentang Bari dan balobe luak Limo puluah, untuk itu mari kita perjelas, kita tentukan kedudukan ulayat dan kagadangan serta teritorial adat masing – masing melalui Niniak kito nan barampek, sehingga jelas dan tidak ada timpah tindih, saling melangkahi antara satu Niniak dengan Niniak yang lainya, dan setelah ini InsyaAllah kita, akan undang juga Rajo Mufakat nan Balimo, untuk membicarakan hal hal yang mendasar yang berkaitan dengan Adat dan sejarah Luak Limo Puluah,” kata Ketua LKAAM mengakhiri pembicaraanya.
Kemudian untuk melengkapi keterangan seputar pertemuan tersebut, Nurhasiswan Dt .Marajo Sati Ketua KAN nagari Andaleh , sekaligus pengurus LKAAM Limapuluh Kota yang juga banyak mengetahui Adat Minang Kabau menjelaskan di sela – sela acara tersebut.
“Sekadar kurang manukuak, umpang manyisik dengan bahasa Minang yang cukup kental, yaitu sebagai mana yang di sampaikan ketua kita tadi , Zulhikmi . Dt Rajo Suaro, memang benar, tapi disini perlu juga penjelasan tentang perangkat Niniak kito nan barampek sebagai pengiring untuk menjalankan adat istiadat itu sendiri. kemudian menjelaskan fungsi dan tugas dari perangkat tersebut, sebagimana yang sering di sampaikan YW. Dt Paduko Sati, nan bak pitatah jo patitih, gurindam adat Minang Kabau ,nan bak umpamo Langan Baju Pangulu :
” Langan bamilik kiri kanan baminsio ka amasan, gadang baparik jo nan ketek alamat rang gadang bapairiang, tagak ba apuang jo aturan, adat limbago mangaliliangi, nan ba ukua jambo jo jangko, untuak ma agak ma inggokan, murah jo mah’a mambatasi, sinan martabat di tanamkan, Anggang tobang jo mangkuto, Rajo bajalan ba daulat ”
artinya Niniak Nan barampek tidak berjalan sendiri, tapi ada pengiringnya.dalam bekerja dan membuat suatu aturan , mambiang cabiak gantiang putuih, sebagai pidoman dalam kehidupan bermasyarakat. terutama di daerah kekuasaanya masing – Masing, ” kata Dt Marajo Sati menambahkan.
Dt Narajo Sati kemudian menjelaskan lebih lanjut, “Maka sudah sepantasnyalah Niniak nan barampek, mengatur dan menentukan itu, agar adat itu berdiri di henggeranya, agar perangkat tersebut bisa bekerja sesuai dengan fungsi dan kewenanganya di ulayat masing – masing.” kata Dt.Marajo Sati dengan sedikit tersenyum.
BACA JUGA:
Kadis DPMD Hadiri Pertemuan LKAAM 50 Kota Dengan LKAAM Tanah Datar
LKAAM Limapuluh Kota TSR Di Mesjid Istiqomah, Singgung Lunturnya Budaya Tradisional Di Era Digital
Selain itu juga, Abdul Aziz, Dt. Karongkong Kayo menambahkan juga bahwa “melalui pertemuan ini perlu kami sampaikan bahwa pada dulunya Niniak nan barampek ini pernah bersumpah dan mengikrarkan janji, akan selalu bersama, elok satayiak. malu sabuang, sahino samalu dan akan selalu basatu dalam suka maupun duka,” Kata Dt.Karongkong Kayo memaparkan yang ternyata di benarkan oleh Niniak Nan Barampek yang dalam pertemuan tersebut.
Dt Karongkong Kayo kemudian berharap pada kegiatan selanjutnya dapat lebih mendalam membicarakan tentang sejarah kabupaten Limapuluh kota yang dapat menjadi pengetahuan terhadap anak cucu kelak
“saya berharap melalui musyawarah – musyawarah selanjutnya kita bisa membicarakan hal – hal yang mendasar, dan bisa melahirkan historis dan sejarah Luak Limo Puluah, atau yang di sebut Tambo Luak Limo Puluah, untuk pidoman oleh anak cucu dan keponakan kita di masa – masa yang akan datang,” kata Dt.Karongkong Kayo mengakhiri pertemuan ini. (**)

Mudah2an pertemuan antara LKAAM Kab. 50 Kota dengan Niniak Siri Marajo, membawa keberkahan dan kedamaian di Kenagarian Mungka Tujuah Koto, khususnya Nagari Mungka, yang pada saat ini terjadi kusuk2 bulu ayam, antara Niniak yo Ka Ampek Suku, Sarato KAN,