FORKABI Ingin Seperti Provinsi Banten, Sekda Menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta
Diterbitkan Rabu, 18 Mei, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, JAKARTA – Bertempat di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik 5 Penjabat (Pj) Gubernur yang di awali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Pukul 09.00 WIB pada Kamis (12/05/2022) lalu.
Kegiatan pelantikan berlanjut ke Pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian dengan hormat terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Papua Barat.
Adapun Keppres yang dibacakan para Pj Gubernur akan menjabat selama 1 Tahun. Usai pembacaan Keppres ke 5 Pj Gubernur mengucapkan Sumpah dan Janji Jabatan.
Adapun dalam pelaksanaan pelantikan tersebut salah satu Pj Gubernur yang dilantik Mendagri Tito Karnavian yakni Sekertaris Daerah Banten Al Muktabar yang dipilih untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Banten.
Tito Karnavian mengatakan proses pemilihan Pj gubernur yang sudah dilantik, dilakukan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Untuk itu, sesuai undang-undang, kekosongan diisi oleh penjabat dan penjabat ini, sudah disampaikan dalam undang-undang, adalah pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan eselon I,” kata Mendagri Tito Karnavian.
BACA JUGA:
Pesan Tegas Mendagri Tito Ke Satpol PP:Seragamnya Keren, Perilaku Jangan Seperti Preman!
Gubernur Sulbar Menangis Di Hari Terakhir Menjabat Kepala Daerah
Mencermati akan segera berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Organisasi Kemasyarakatan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) mengharapkan putra Betawi menjadi penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta sebagai pengganti sementara Anies Baswedan yang habis masa jabatannya pada Oktober 2022.
“Saya memohon kepada Presiden Jokowi dan Mendagri Tito Karnavian agar menunjuk putra Betawi sebagai Pj Gubernur DKI Oktober 2022,” kata Ketua Umum Forkabi Abdul Ghoni, Rabu, 18 Mei 2022.
Ada tiga nama yang disebut-sebut yakni Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro dan Sekretaris Daerah DKI Marulah Mattali. Ketua Umum FORKABI menilai nama terakhir paling tepat menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta.
Ghoni menganggap Marullah Matali sosok yang tepat memimpin ibu kota, bukan hanya sebagai putra Betawi asli, namun karena yang bersangkutan dinilai cerdas, serta memahami persoalan Jakarta dan diyakini membawa Jakarta lebih baik selama dua tahun ke depan.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI itu juga menilai belum telat jika Mendagri Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo menunjuk Marullah Matali sebagai Pj Gubernur DKI karena saat ini masih tahap pengusulan ke presiden dan ada waktu sebulan sebelum pelantikan digelar.
“Menurut kami, penunjukan Pj Gubernur Marullah Matali merupakan penghormatan warga Betawi di Jakarta. Saya mohon dengan hormat kepada Bapak Presiden dan Bapak Mendagri agar berikan penghormatan pada Betawi dengan menunjuk Marullah Matali sebagai Pj Gubernur DKI,” ucapnya.
Terlebih, tambah Ghoni, Marullah Matali merupakan PNS eselon I dan berdinas di Pemprov DKI Jakarta, sehingga yang bersangkutan memenuhi syarat menjadi pj Gubernur di mana harus PNS eselon I.
BACA JUGA:
Kontroversi Hercules Jadi Tenaga Ahli Perumda Pasar Jaya, Anak Buah Anies Baswedan Angkat Bicara
Pamer Program JakLingko Di UGM, Anies Baswedan Diteriaki “Presiden!!! Presiden!!
Diketahui H. Marullah Matali, Lc, M.Ag merupakan mantan Walikota Jakarta Selatan yang di lantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta menggantikan Sri Haryati pada Senin, 17 Januari 2021 silam.
Sebelumnya, beredar tiga nama yang beredar dan digadang-gadang berpeluang menggantikan Anies yang masa jabatannya berakhir pada 16 Oktober 2022 yang keluar dari DPRD DKI Jakarta melalui Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani beberapa waktu lalu.
Tiga nama yang dinilai potensial mengisi pj Gubernur DKI Jakarta itu merupakan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro dan Sekretaris Daerah DKI Marulah Mattali.(tim)
