Merespon Kesulitan Saat Pandemi Ala Neuro Semantics
Diterbitkan Minggu, 22 Agustus, 2021 by NKRIPOST
NKRIPOST, SUMBAR – Neuro semantics adalah ilmu tentang pengembangan diri untuk memberi makna yang lebih besar, kesuksesan dan kontribusi dalam hidup.
Neuro semantics berfokus pada aktualisasi diri bagi individu, perusahaan, masyarakat, dan bangsa.
Untuk membangun Neuro semantics yang baik maka kita perlu berpikir positif karena pada dasarnya semakin positif pula mindset yang kita bangun maka semakin positif pula apa yang kita dapatkan atas karunia dari Nya. Begitupun sebaliknya.
Oleh karena itu kita harus selalu optimis dengan nasib kita.
Saat ini yang jadi problem dalam dunia adalah diri kita sendiri. Sebenarnya masalah yang dihadapi itu tidak ribet namun yang membuat ribet dan sulit itu adalah diri sendiri.
Apa itu sulit? Dikatakan sulit jika kita belum tahu jawabannya maka itu yang dinamakan sulit. Sulit itu lahir karena konsep yang ada dalam diri kita.
Apa itu masalah? Antara apa yang diinginkan dengan kenyataan itu berbeda.
Saat ini kita sedang dihadapkan dengan masalah pandemi. Apa itu pandemi? Pandemi yaitu suatu keadaan dimana adanya ancaman covid-19. Situasi covid sebenarnya tidak separah itu namun kita menyatakan bahwa situasi ini sangat sulit.
Bagaimana cara kita menghadapi masalah? Masalah itu penyelesaiannya tergantung dari makna, definisi, aturan, pengetahuan, dan pemahaman yang menyebabkan neurologi dalam pikiran kita. Masing-masing dari kita punya yang namanya ability to choose. Ingat yang namanya keputusan satu paket dengan resiko dan konsekuensi.
Emosi yang ada dalam pikiran kita itu ada yaitu yang memberdayakan dan menghambat.
Bagaimana menggunakan Neuro semantics yang memberdayakan?
Manusia pada dasarnya diberikan keluasan berpikir untuk membentuk mindset nya dengan baik dengan cara yang berbeda namun tetap inovatif, namun tak lepas dari itu, manusia juga diberikan keterbatasan. Nah pemberdayaan berkaitan dengan konsep memahami suatu kebenaran, dimana kita melihat dari intuisi (pengalaman) dan sudut pandang secara personal.
Contohnya jika dihadapkan pilihan antara pekerjaan yang tidak disukai dengan pekerjaan yang disukai kamu sebaiknya memilih pekerjaan yang tidak disukai karena pekerjaan ini bisa membuatmu lebih tertantang dan mengembangkan konsep pikiran.
Kita bisa memilih respon positif yang dapat kita wujudkan. Namun penghalangnya adalah trauma, emosi, Kemalasan, ketakutan, dan tentunya value (nilai )
NKRIPOST: Bayu Prasetya Yudha, M.Psi., Psikolog
