SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

SMKN 8 Palembang Klarifikasi, Soal Izin Alfina Malinda

Nkripost, Palembang – Terkait pemberitaan yang dimuat oleh media online NKRIPOST.CO beberapa hari yang lalu. paman dari Alfina malinda yang juga adalah awak media NKRIPOST.CO ini.
sebelum berita kemarin diangkat, sempat
menemui pihak sekolah melalui kabag humas SMKN 8 palembang.

untuk mempertanyakan perihal terkait oknum guru yang tidak memberikan izin atau terkesan menghalang halangi yang disampaikannya
melalui via whatshap.

Yang mana pada saat itu dihubungi untuk memberi tahukan tentang prihal surat izin dispensasi dan undangan yang diserahkan ibunya melalaui guru piket.

sehingga membuat kepala sekolah jadi tidak dapat menghadiri undangan tersebut.

BACA JUGA :

Dilema Alfina Melinda Mewakili Sumsel Melaju ke Kejuaraan Tembak Tingkat Nasional

.

Herlina, membenarkan bahwa dirinya belum menerima surat dan undangan tersebut.

Karena sebelum sampai ke kepala sekolah setiap berkas yang masuk melalui dirinya.
jadi kepala sekolah juga tidak mengetahui permasalahan ini.

pihak sekolah tidak mungkin tidak memberikan izin jika mengetahui hal ini.
dan juga bukan tidak menerimah undangan tersebut, tapi blum sampai kepada saya juga kepada kepala sekolah.

kepala sekolah bukan tidak menghadiri tapi kepala sekolah belum menerima tidak mengetahui adanya undangan tersebut.

Herlina menambahkan,
kalau untuk urusan adanya murid yang berprestasi akan mengikuti perlombaan. selain kepala sekolah ini juga tanggung jawab saya untuk mendampingi murid.”tegasnya.

“apalagi kalau sampai kepala sekolah tau , pasti sangat mendukung sekali murid yang berprestasi bahkan sampai rela merogoh kocek mengeluarkan uang pribadinya sendiri.

“kita mengklarifikasi masalah ini bawasannya kepala sekolah tidak mengetahui masalah ini.
sehingga pada sampai dengan saat surat dan undangan ini dikirimkan, memang tidak menerimah surat izin dan undangan tersebut.

sekiranya permasalahan ini membuat keluarga Alfina menjadi keberatan merasa tidak puas dengan masih banyaknya kekurangan dari pelayanan sekolah kami mohon dimaafkan. tutupnya.”(ADI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *