Aksi FKPP-PPP Jilid IX, Gelar Doa’Bersama Untuk Keselamatan Partai Di 2024
Diterbitkan Rabu, 3 Agustus, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST – Jakarta, Front Kader Penyelamat Partai PPP (FKPP-PPP) hari ini (3/8/2022) kembali menggelar aksi di depan kantor DPP PPP. Berbeda dari aksi sebelumnya, kali ini dilakukan do’a bersama untuk keselamatan PPP di 2024.
Sebagaimana diketahui bahwa sejak 1 Agustus 2022, KPU membuka pendaftaran Partai Politik untuk menjadi peserta Pemilu 2024. Dan FKPP- PPP berharap PPP bisa lolos pendaftaran dan verfikasi Partai Politik sehingga kembali ikut menjadi peserta pemilu.

“Do’a bersama kami panjatkan agar Allah mudahkan proses pendaftaran PPP ke KPU dan Partai Ka’bah ini tetap bisa menjadi kontestan Pemilu 2022” kata Junaedi, anggota FKPP dalam orasinya.
“Kami juga bermunajat kepada Allah agar para pendiri, pejuang dan kader partai yang telah mendahului kita mendapat ampunan Allah dan berada di tempat terbaik di sisi Allah atas segala pengorbanan dan kerja kerasnya membangun partai Islam PPP. Insya Allah akan menjadi catatan amal ibadah bagi mereka” sambung Junaedi.
Do’a bersama ini dilanjutkan dengan tausiyah dari Wakil Ketua FKPP PPP, Muchbari. Muchbari menambahkan bahwa dari beberapa ikhtiar berupa aksi di depan PPP, kali ini pihaknya bertawakkal kepada Allah agar perjuangan para kader yang berupaya menyelamatkan PPP mendapatkan ridho dan kemudahan dari Allah SWT.
“Semoga do’a dari kader-kader yang didzolimi oleh Suharso Monoarfa bisa diijabah oleh Allah, karena perjuangan untuk mempertahankan PPP di 2024 dimulai dengan mundurnya Suharso sebagai Ketua Umum” ungkap Muchbari.
“Kami yakin bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Dan Allah akan membuka aib bagi siapa saja yang mengingkarinya dan akan dihancurkan oleh Nya” tambah Muchbari. Karena itu FKPP akan terus berjuang hingga Suharso Monoarfa berhenti sebagai Ketua Umum dan PPP kembali menjadi partai ulama yang memperjuangkan kepentingan umat.
Seperti diketahui, saat ini Suharso Monoarfa sedang menghadapi aduan kasus gratifikasi di KPK yang sudah tahap pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Suharso juga sedang menghadapi gugatan banding atas kasus perceraian dengan istrinya, Nurhayati Effendi. Terbaru, senin (1/8) Suharso juga dilaporkan oleh Gerakan Perempuan Milenial untuk Keadilan (GPMK) ke Komnas Perempuan atas dugaan penistaan perempuan secara berulang-ulang sejak 2011 hingga saat ini.(**)
