Dari Gagasan Pendidikan Gratis PTN hingga Air Bersih Sabang, Nama Dr. Iswadi Menguat Masuk Kabinet Prabowo
Diterbitkan Sabtu, 26 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Wacana pendidikan gratis hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto kembali mengemuka. Adalah Dr. Iswadi, M.Pd, akademisi asal Aceh yang gagasannya dinilai paling komprehensif karena mengaitkan pendidikan gratis dengan solusi persoalan riil di daerah, mulai dari beban Mahasiswa USK hingga penanganan stunting dan sistem air bersih di Sabang.
Gagasan tersebut awalnya dimuat dalam opini di Serambinews berjudul “Mewujudkan Pendidikan Gratis hingga Ke PTN Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas SDM” pada 25 Mei 2024 lalu. Namun, relevansinya semakin kuat di tengah isu mahalnya UKT dan kompleksnya masalah SDM di Aceh.
Di Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi barometer. Polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sempat ramai, di mana USK memilih tidak menaikkan UKT, menunjukkan bahwa akses PTN masih menjadi beban bagi keluarga ekonomi menengah ke bawah.
Dr. Iswadi menilai, jika pendidikan PTN gratis ditanggung negara melalui APBN dan kolaborasi CSR swasta, maka mahasiswa bisa fokus pada Tri Dharma, bukan terpecah mencari biaya hidup dan buku.
“Pendidikan gratis akan membuka akses seluas-luasnya. Tidak ada lagi anak bangsa yang gagal kuliah karena hambatan finansial. Ini kunci menciptakan masyarakat yang adil,” tulis Dr. Iswadi dalam opininya.
BACA JUGA:
Dari Laweueng Menembus Dunia Akademik, Dr. Iswadi Memilih Menjadi Dosen dan Mengabdi Lewat Ilmu
Menariknya, Dr. Iswadi tidak berhenti pada isu biaya. Ia mengaitkan SDM unggul dengan kesehatan lingkungan.
Ia mencontohkan kegiatan 27 Mahasiswa UniMAP Malaysia yang belajar pengelolaan sistem air bersih di Sabang. Menurutnya, Sabang sebagai pulau terluar adalah laboratorium hidup. Jika mahasiswa Indonesia bebas biaya kuliah, mereka bisa fokus riset terapan seperti teknologi desalinasi untuk Sabang, bukan sekadar teori.
Riset tersebut nyambung langsung dengan program prioritas BKKBN Aceh. Data BKKBN menunjukkan stunting masih menjadi tantangan. Program unggulan nasional GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang mencatat Aceh sebagai Terbaik I dengan 55.910 keluarga penerima bantuan, membutuhkan dukungan sarjana kesehatan, gizi, dan teknik lingkungan yang lahir dari kampus.
“SDM unggul tidak lahir dari ruang kelas yang lapar dan lingkungan yang tidak sehat. Penanganan stunting butuh ahli yang mau kembali mengabdi ke Banda Aceh dan Sabang, dan itu hanya mungkin jika mereka tidak terbebani utang pendidikan,” jelasnya.
BACA JUGA:
Tokoh Pendidikan Dr. Iswadi Layak Dipertimbangkan Prabowo Jadi Menteri, Ini Alasannya!Â
Satu poin kritis lain yang diangkat Dr. Iswadi adalah ekosistem riset. Ia menyoroti fenomena Penjajahan Publikasi: Dosen Bayar, Reviewer Kerja, Publisher Kaya.
Menurutnya, pendidikan gratis akan sia-sia jika ekosistem publikasi ilmiah masih dikuasai publisher komersial yang memungut biaya jutaan rupiah kepada dosen dan mahasiswa untuk terbit di jurnal.
“Mahasiswa yang tidak dibebani biaya akan lebih leluasa mengeksplorasi ide baru. Universitas juga bisa lebih optimal menjalankan penelitian dan pengabdian. Tapi negara harus hadir mereformasi tata kelola jurnal, memperkuat jurnal kampus, dan mensubsidi publikasi bereputasi,” tegasnya.
BACA JUGA:
Kopinus Usul Ke Presiden Prabowo: Pertimbangkan Dr. Iswadi Masuk Kabinet Merah Putih
Gagasan yang komprehensif inilah yang membuat nama Dr. Iswadi mulai mengemuka sebagai figur yang layak dipertimbangkan masuk kabinet.
Wakil Ketua Umum Korps Pasgibra Nusantara (KOPINUS), Iwa Kustiwa, di Menteng Jakarta, Minggu (17/8/2026) lalu menyebut Dr. Iswadi memiliki rekam jejak yang relevan dengan agenda besar pemerintah.
“Sebagai akademisi dengan rumpun Administrasi Pendidikan, gagasan Dr. Iswadi tentang SDM sangat relevan dengan Asta Cita. Pendidikan adalah fondasi utama. Kita butuh pemimpin yang tidak hanya paham administrasi, tapi punya wawasan akademik dan terobosan,” ujar Iwa.
Iwa menegaskan usulan ini adalah aspirasi publik, keputusan sepenuhnya ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Namun ia menilai Dr. Iswadi membawa warna baru dengan 4 pilarnya: Pendidikan, Inovasi, Karakter, dan Kepemimpinan.
Menanggapi hal itu, Dr. Iswadi menyatakan bahwa jabatan adalah amanah besar.
“Bangsa yang besar dibangun oleh manusia yang unggul. Kepemimpinan bukan hanya tentang kewenangan, tapi tanggung jawab memberikan manfaat. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan kita mempersiapkan generasi unggul,” ujar Dr. Iswadi.
BACA JUGA:
Dr. Iswadi: Guru Harus Jadi Inspirator, Bukan Sekadar Pengejar Target Ujian
Profil Singkat Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd
Lahir dari latar akademik yang konsisten: S.Pd Universitas Serambi Mekkah (2005), M.Pd Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (2009), dan Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (2020). Saat ini mengajar di FKIP PGSD dan aktif sebagai peneliti, penulis buku ber-ISBN, serta aktif di organisasi pendidikan, kepemudaan dan sosial kemasyarakatan.
Dengan kombinasi kapasitas akademik dan pengalaman lapangan, ia dinilai mampu menjembatani kebijakan pusat dengan kebutuhan riil daerah seperti isu pendidikan di Banda Aceh, air bersih di Sabang, hingga penanganan stunting bersama BKKBN.**
