Kunker Bupati ke Kepulauan Batu Disorot, Onesius: Rakyat Butuh Solusi BBM, Bukan Sekadar Seremoni
Diterbitkan Kamis, 5 November, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST KEPULAUAN BATU, NIAS SELATAN – Kunjungan kerja Bupati Nias Selatan bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan anggota DPRD ke wilayah Kepulauan Batu menuai sorotan. Di tengah berbagai agenda kunjungan tersebut, persoalan mahalnya harga dan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi keluhan utama masyarakat yang hingga kini belum memperoleh kejelasan penyelesaian.
Pemerhati Kepulauan Batu sekaligus praktisi hukum, Onesius Gaho, S.H., M.H., mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan BBM yang dinilai semakin memberatkan kehidupan masyarakat kepulauan.
“Ada apa sebenarnya dengan BBM di wilayah Kepulauan Batu sampai harganya begitu mahal dan bahkan sulit didapatkan? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Masyarakat tentu membutuhkan penjelasan sekaligus tindakan nyata dari pemerintah,” ujar Onesius.
Menurut Onesius, kunjungan kepala daerah bersama jajaran pejabat dan anggota DPRD ke wilayah kepulauan seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial. Kehadiran pemerintah mesti dimanfaatkan untuk mendengar, mengidentifikasi, sekaligus menyelesaikan persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan, masyarakat tidak sekadar membutuhkan acara penyambutan, kunjungan, dan pertemuan formal. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan keberpihakan pemerintah melalui kebijakan dan tindakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Kalau pemerintah dan para pejabat datang berkunjung dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, tetapi persoalan mendasar masyarakat tidak tersentuh, lalu apa sebenarnya yang ingin dicapai dari kunjungan tersebut? Jangan sampai masyarakat hanya melihat kehadiran pejabat, tetapi tidak merasakan kehadiran solusi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Onesius menyampaikan bahwa salah satu langkah konkret yang perlu segera dilakukan adalah meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Nias Selatan, untuk menelusuri penyebab mahal dan sulitnya pasokan BBM di wilayah Kepulauan Batu.
Ia meminta pemerintah daerah agar berkoordinasi dan mendorong kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi, maupun permainan harga BBM yang merugikan masyarakat.
“Menurut saya, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah. Jika terdapat dugaan penimbunan BBM atau praktik-praktik lain yang melanggar hukum, saya meminta agar Polres Nias Selatan melakukan penyelidikan secara serius. Apabila ditemukan bukti dan unsur tindak pidana, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana keseriusan pemerintah daerah untuk mengambil inisiatif dan mendesak dilakukannya penindakan apabila memang ditemukan pelanggaran dalam rantai distribusi BBM.
“Pertanyaannya sederhana, apakah pemerintah daerah mau mengambil langkah serius untuk mendorong persoalan ini ditindaklanjuti? Jangan sampai masyarakat terus menanggung beban, sementara persoalan yang menjadi penyebabnya tidak pernah diungkap secara terang,” tambahnya.
Onesius juga mengingatkan anggota DPRD Nias Selatan, khususnya para wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Batu, agar menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan penganggaran sebagaimana mestinya.
Menurutnya, ketika masyarakat menghadapi persoalan yang menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari, para wakil rakyat seharusnya aktif menyuarakan aspirasi dan meminta pemerintah memberikan penjelasan serta solusi.
“Jangan hanya hadir dalam acara penyambutan, duduk, diam, kemudian pulang. Ketika masyarakat mengeluhkan persoalan yang begitu mendasar, di situlah fungsi dan tanggung jawab wakil rakyat harus benar-benar terlihat. Jangan pula kritik masyarakat justru dibalas dengan sindiran. Kritik seharusnya menjadi bahan evaluasi,” katanya.
BACA JUGA:
Warga Karet Tengsin Ingatkan Kodam Jaya: Patuhi Hukum, Jangan Sentuh Bangunan Sebelum Putusan Inkracht!
MASYARAKAT JANGAN BERHENTI MENYUARAKAN ASPIRASI
Lebih jauh, Onesius mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak aduan masyarakat mengenai mahal dan sulitnya memperoleh BBM di wilayah Kepulauan Batu.
Ia berharap keluhan tersebut tidak dianggap sebagai persoalan biasa, sebab ketersediaan dan keterjangkauan BBM memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, transportasi laut, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat kepulauan.
“Masyarakat harus berani menyampaikan keluhannya. Jangan diam ketika hak dan kebutuhan dasar kalian terganggu. Suarakan persoalan ini agar pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan benar-benar memberikan perhatian,” ujarnya.
Ia pun kembali mempertanyakan tujuan kunjungan kerja pemerintah apabila tidak disertai langkah penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
“Rakyat tidak membutuhkan terlalu banyak seremoni. Rakyat membutuhkan keberpihakan, kepastian, dan tindakan nyata. Jangan hanya hadir untuk menunjukkan bahwa pemerintah ada, tetapi hadirlah dengan solusi agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tutup Onesius Gaho.**
