Tubuh Kaku di Kamar Kos Lasiana Kupang, Jenazah Fotografer Muda Dimakamkan di TTS
Diterbitkan Senin, 7 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST KUPANG – Duka menyelimuti keluarga Afrit Ariyanto Helly (21). Fotografer muda asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Gang Giri, RT 024/RW 006, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (5/9/2026).
Jenazah korban dievakuasi sekitar pukul 12.00 WITA setelah ditemukan kaku oleh dua rekannya. Sebelumnya, Afrit diketahui menghadiri pesta pernikahan di Kelurahan Kayu Putih dan sempat mengonsumsi minuman keras.
Berdasarkan keterangan saksi, Afrit berangkat ke pesta nikah bersama rekannya Razalson Sidin Siki (27) sekitar pukul 23.15 WITA menggunakan sepeda motor Honda Revo DH 4655 CN.
Di pesta tersebut, korban sempat mengonsumsi minuman keras jenis moke bersama teman-temannya.
Sekitar pukul 04.00 WITA, Afrit pulang ke kos seorang diri. Sesampainya di kamar, ia sempat berbicara sebentar dengan rekannya Andika Haninuna (20) yang sedang tidur di kamar korban, lalu langsung beristirahat.
Pukul 10.00 WITA, Andika terbangun dan meninggalkan kamar tanpa membangunkan Afrit. Dua jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WITA, Razalson datang untuk membangunkan korban. Karena tidak ada respons, Razalson dan Andika menarik selimut dan mendapati tubuh Afrit sudah kaku.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke warga dan diteruskan ke kepolisian.
Tim Piket Polsek Kota Lama yang dipimpin Panit I Samapta Aiptu Bili Josten bersama Panit Reskrim Aipda Rian Heke Medo langsung mendatangi lokasi. Garis polisi dipasang dan olah TKP dilakukan.
Tim Inafis Polresta Kupang Kota juga melakukan identifikasi. Selanjutnya jenazah dievakuasi Tim Medis RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan awal.
Saat ditemukan, korban dalam posisi tidur miring ke kanan. Ia tidak mengenakan baju, hanya mengenakan celana jeans panjang biru, dan tubuhnya masih tertutup selimut. Di sekitar korban ditemukan barang-barang pribadi seperti magic com, kipas angin, sandal, dan pakaian. Korban diketahui tinggal seorang diri di kos tersebut.
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyebut korban mengalami kondisi kekurangan oksigen.
Namun penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan tanpa autopsi. Pihak medis menyarankan dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman membenarkan hal tersebut. Namun keluarga korban yang diwakili ayah kandungnya menolak autopsi dan menerima kematian korban sebagai takdir.
“Untuk memastikan kematian korban maka harus otopsi, tapi keluarga menolak dan jenazah sudah diambil kemudian dibawa ke Kabupaten TTS,” ujar Zainal, Minggu (6/9).
BACA JUGA:
Gunakan Profesi Pedagang Ikan untuk Promosi Judol, Pria di Soe Ditangkap Satreskrim Polres TTS
Setelah proses administrasi selesai, jenazah Afrit dibawa keluarga ke Desa Fatunusu, Kecamatan Polen, TTS untuk dimakamkan.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Razalson dan Andika. Hingga kini kasus ini belum mengarah pada tindak pidana.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman keras dan memperhatikan kondisi kesehatan setelah begadang.*
