Balai Bahasa NTT Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu Secara Daring untuk Bahasa Tetun, Bunak dan Kemak di Belu
Diterbitkan Senin, 7 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) secara daring untuk bahasa Tetun, Bunak, dan Kemak di Kabupaten Belu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimtek Guru Utama Bahasa Daerah yang telah dilaksanakan pada Mei 2026 di Kabupaten Belu. Surat pemberitahuan resmi bernomor 0665/B/G5.20/BS.00.01/2026 telah dikirim kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu pada 2 September 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono menyampaikan, karena keterbatasan anggaran, FTBI tahun ini dilaksanakan dengan pola daring. Juknis lengkap telah dilampirkan bersama surat.
“Kami mohon bantuan Bapak melalui bidang terkait untuk menginformasikan kegiatan ini kepada sekolah-sekolah sehingga siswa-siswi dapat berpartisipasi aktif,” tulis Hery dalam surat tersebut.
FTBI menyasar siswa SD dan SMP di Kabupaten Belu yang merupakan penutur bahasa Tetun, Bunak, dan Kemak. Keaktifan sekolah melalui siswa menjadi tolok ukur keberhasilan pengimbasan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) kepada generasi muda.
Dalam Juknis FTBI disebutkan, revitalisasi bahasa daerah bertujuan untuk mencegah kepunahan bahasa. Data Balai Bahasa menyebut lebih dari 3/4 bahasa daerah ada di wilayah timur Indonesia termasuk NTT, dengan jumlah penutur yang cenderung menurun.
“Ketika penutur melihat bahasa daerahnya tidak lagi fungsional, kurang bergengsi, atau kampungan, itu menjadi pintu gerbang pertama bagi bahasa daerah menuju kepunahan,” demikian tertulis dalam latar belakang juknis.
BACA JUGA:
Bupati Belu Willy Lay Akan Jadikan Bahasa Tetun Pelajaran Wajib Sekolah, Ini Alasannya!
Melalui FTBI, Balai Bahasa ingin menggiatkan kembali penggunaan bahasa daerah di generasi muda dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana pelestarian. Tujuan lainnya adalah menumbuhkan kreativitas, bakat, dan rasa bangga siswa terhadap bahasa dan sastra daerah.
3 Bahasa, 9 Mata Lomba dan Total Hadiah Jutaan
FTBI Kabupaten Belu 2026 dibagi ke dalam 3 bahasa. Rinciannya:
1. Bahasa Tetun – Kategori SD dan SMP terpisah
Lomba: Puisi, Cerpen/Cerita Rakyat, Hase Hawaka
2. Bahasa Bunak – Kategori campuran SD/SMP
Lomba: Puisi, Cerpen/Cerita Rakyat, Hase Hawaka
3. Bahasa Kemak – Kategori campuran SD/SMP
Lomba: Puisi, Cerpen/Cerita Rakyat, Hase Hawaka
Setiap sekolah maksimal mengirim 1 peserta per mata lomba. Durasi video penampilan 4-7 menit dan diunggah ke YouTube/Facebook sekolah dalam format one take.
Pemenang peringkat 1 s.d 3 akan mendapat uang pembinaan dan sertifikat digital:
Juara 1: Rp1.500.000 | Juara 2: Rp1.250.000 | Juara 3: Rp1.000.000
Catatan: Hadiah dipotong pajak
Jadwal dan Cara Daftar
Pendaftaran dan pengunggahan video dibuka 2 – 21 September 2026 melalui tautan bit.ly/ftbibelu. Penilaian juri berlangsung 22–24 September, dan pengumuman pemenang pada 25 September 2026.
Dewan juri berasal dari unsur budayawan lokal, penulis, akademisi, dan sastrawan. Keputusan juri bersifat final.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Bahasa Tetun: Ardy Pangkul – 08123628833
Bahasa Bunak: Gracia Veva – 081353896031
Bahasa Kemak: Kartikasari – 081339233645
Balai Bahasa NTT menggandeng Dinas PKO Kabupaten Belu sebagai mitra pelaksana kegiatan ini.**
