NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Puluhan Juta Melayang! Tanaman Ubi dan Jagung Siap Panen Milik Petani Asahan Diratakan Ekskavator

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 6 September, 2026 by NKRIPOST

Puluhan Juta Melayang! Tanaman Ubi dan Jagung Siap Panen Milik Petani Asahan Diratakan Ekskavator

NKRIPOST ASAHAN – Ratusan tanaman ubi kayu, ubi jalar, dan jagung milik kelompok tani di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diratakan dengan tanah oleh alat berat ekskavator. Peristiwa yang terjadi sejak 3 hingga 5 September 2026 itu membuat petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Laporan resmi telah disampaikan DPD Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kabupaten Asahan kepada DPP LSM GEMMAKO RI pada Jumat (5/9/2026).

Ketua DPD MSI Asahan Erly Sitorus Pane menyebut, lahan yang dirusak merupakan lahan tumpang sari yang dikelola kelompok tani dan sudah memasuki masa hampir panen.

“Saya tidak keberatan jika ada pemberitahuan dari awal untuk peruntukan apapun, supaya saya dan anggota kelompok tani bersiap. Tapi pihak yang melakukan penghancuran sama sekali tidak dapat menjelaskan dari mana dasarnya,” ungkap Erly kepada DPP LSM GEMMAKO RI dan awak media di lokasi.

Erly memperkirakan kerugian petani mencapai puluhan juta rupiah. Kerugian itu meliputi biaya olah lahan, bibit, pupuk, perawatan selama 4-5 bulan, serta potensi hasil panen yang hilang.

“Kami mohon dukungan GEMMAKO untuk menyampaikan aspirasi ini ke pihak berwenang. Petani kecil sudah susah, jangan ditambah susah,” pintanya.

Menanggahi laporan tersebut, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO RI Dodi Antoni langsung turun ke lokasi bersama tim. Hasil penelusuran, tidak ditemukan papan proyek, bestek, maupun dokumen resmi di lokasi penggusuran.

“Kita telusuri bersama, tidak ada plank dan bestek apapun di sana. Ini aktivitas yang kami duga ilegal,” tegas Dodi.

Dodi mendesak Pemerintah Kabupaten Asahan untuk segera menindak tegas para pelaku.

“Kami minta Pemkab Asahan menindak tegas hal ini. Jika tidak, kepercayaan masyarakat semakin merosot. Jangan sampai masyarakat sendiri yang mengambil jalan lain akibat kelalaian ini,” ujarnya.

BACA JUGA:

GEMMAKO Serahkan Bukti Baru ke Kejari Tanjungbalai, Bongkar Dugaan Potong 20% TPP 180 ASN RSUD Tengku Mansyur

Dodi juga menyoroti alasan penggusuran yang dikaitkan dengan rencana pelebaran Jalan Budi Utomo. Menurutnya, proyek tersebut sudah “mengorbankan” mata pencaharian warga selama sekitar 6 bulan, namun tidak ada progres pembangunan yang jelas.

“Seharusnya segala sesuatu yang dilakukan pemerintah berbasis mandat yang bijaksana dan jujur. Kalau memang untuk pembangunan, seperti sekolah rakyat misalnya, pasanglah plang dan tunjukkan rencananya. Jangan bertindak sewenang-wenang,” tegasnya geram.

Di akhir pernyataannya, Dodi menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden.

“Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, mohon ambil sikap tegas. Tindak tegas para dugaan oknum mafia di Pemkab Asahan yang telah melakukan perbuatan keji dan tak terpuji ini, Pak Presiden,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Asahan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.* (Tim)

VIDEO SHARE:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved