NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Polemik Video Viral di Rumah Makan Bunda Kanduang: Guru Laporkan Perlakuan Camat Laenmanen

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 6 September, 2026 by NKRIPOST

Camat Laenmanen Ferdy Maan

NKRIPOST BETUN – Video pertengkaran antara Camat Laenmanen Ferdy Maan dengan seorang guru SMP Kristen Besikama, Dominikus Nahak Klau alias Deky Klau, viral di media sosial. Peristiwa di Rumah Makan Bunda Kanduang, Betun, Kabupaten Malaka, NTT, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA itu kini memicu desakan dari PGRI Malaka agar Pemda segera memanggil dan menindak camat tersebut.

Deky Klau yang merupakan guru PJOK menceritakan, ia datang ke warung untuk mengecek dompet kakaknya yang diduga tertinggal. Dengan izin pemilik warung, ia bermaksud melihat rekaman CCTV.

“Dari depan pintu saya sudah katup tangan dan bilang permisi. Kakak saya kehilangan dompet, bolehkah minta tolong buka rekaman CCTV,” ujar Deky dalam keterangan yang viral, Kamis (4/9/2026).

Menurut Deky, saat ia dan rekannya melihat CCTV, Camat Ferdy Maan datang dan mempersoalkan. Cekcok pun terjadi di tengah ramainya pengunjung.

Deky menuturkan 4 poin ucapan yang ia anggap penghinaan dari sang camat:
1. Dihina profesi: “Saya dikatakan guru bodoh, compang-camping, tidak jelas”
2. Dihina ekonomi: “Dia bilang saya miskin. Sempat bilang ke istrinya ‘kasih mereka uang karena ini kayaknya mereka butuh uang'”
3. Dihina barang: “HP yang saya gunakan merekam juga dia hina, bilang ini HP kredit”
4. Ancaman: “Dia pukul dadanya bilang ‘kecil begini saya pukul lu mati’. Dia bilang lagi dia Camat Laenmanen”

“HP saya siapkan untuk merekam karena bagi saya itu bukti. Kalau CCTV bisa direkayasa, cerita bisa direkayasa,” kata Deky.

Deky mengaku belum berniat melapor polisi. “Kalau Bapak Camat ada niat baik klarifikasi dan minta maaf, pasti dimaafkan,” ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Malaka Jonathan Seran Suri menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Malaka segera memanggil Camat Laenmanen untuk dimintai keterangan.

“Pemda Malaka panggil dia. Kalau memang benar segera pecat dari camat,” tegas Jon Seran Suri dikutip pos kupang, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, persoalan ini sudah menyentuh kehormatan profesi guru.
“Saya kesal kalau tindakan itu benar, apalagi oleh seorang pejabat publik yang menyudutkan profesi guru di muka umum. Profesi guru tidak seharusnya menjadi sasaran penghinaan,” ujarnya.

PGRI meminta pemeriksaan dilakukan secara resmi, bukan hanya berdasarkan potongan video. Jika terbukti ada pelanggaran, ia meminta Pemda tidak ragu mencopot yang bersangkutan sesuai aturan.

“Profesi guru jangan disudutkan oleh siapapun dengan jabatan apapun, apalagi di muka umum,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Camat Laenmanen Ferdy Maan Bertengkar dengan Guru di Warung, Video 4 Menit Viral di Medsos

Sementara itu, Camat Laenmanen Ferdy Maan memberikan klarifikasi. Ia membenarkan berada di lokasi untuk memesan makanan saat itu.

Menurut Ferdy, persoalan bermula saat Deky meminta membuka rekaman CCTV karena dompet hilang. Setelah diperiksa, tidak ditemukan bukti dompet jatuh di warung.

“Saat saya datang sebenarnya mau pesan makan. Tetapi saat itu masih ada persoalan CCTV sehingga saya menunggu,” jelas Ferdy.

Perdebatan terjadi ketika Deky disebut memaksa membuka memori CCTV. Ferdy menyarankan agar diserahkan ke polisi.
“Kalau mau buka lagi CCTV, silakan lapor polisi, biar polisi yang datang melakukan pemeriksaan,” katanya.

Ferdy menilai pemeriksaan memori CCTV harus melalui prosedur dan sepengetahuan pemilik. Ia mengaku sempat membalas ucapan Deky, namun video yang viral hanya memperlihatkan pertengahan kejadian.

“Saya pikir persoalan itu sudah selesai, kami sudah bicara dan selesai di tempat. Tetapi ada rekaman yang ternyata diviralkan,” ungkapnya.

Ferdy mengaku sudah memberikan penjelasan ke Kabag Protokol Pemda Malaka setelah video viral. Hingga berita ini diturunkan, Pemda Malaka belum mengeluarkan sikap resmi.

Kasus ini memicu reaksi warganet. Banyak yang menyoroti etika pejabat publik terhadap masyarakat dan profesi guru.

PGRI Malaka menegaskan akan mengawal proses klarifikasi di Pemda agar tidak menjadi preseden buruk bagi penghormatan terhadap tenaga pendidik.**

VIDEO SHARE:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved