NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

KSAD Minta Maaf dan Evaluasi Total Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 5 September, 2026 by NKRIPOST

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.,

NKRIPOST JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf kepada masyarakat atas insiden ambruknya Jembatan Garuda yang dibangun Satgas TNI AD di Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Permintaan maaf itu disampaikan Maruli dalam siaran pers TNI AD yang diterima di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Ia menegaskan TNI AD bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

“Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Maruli.

Jembatan gantung itu ambruk mendadak pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden terjadi sesaat setelah prosesi peresmian, ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentangan jembatan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sejumlah warga mengalami luka ringan dan sempat panik.

Menurut Maruli, hasil sementara investigasi internal menunjukkan ada beberapa faktor penyebab ambruknya jembatan.

“Salah satunya adalah kelebihan kapasitas. Jembatan tersebut tidak didesain untuk menampung 50 orang sekaligus,” jelas Maruli.

Ia merinci, beban berlebih itu menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus sehingga struktur utama jembatan tidak mampu menahan dan akhirnya jatuh ke sungai.

Dalam siaran pers yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan TNI AD tidak akan menyalahkan warga atas kejadian tersebut.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” ujarnya.

Donny menambahkan, TNI AD telah membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek jembatan yang dibangun Satgas.

BACA JUGA:

KSAD Maruli: Calon Prajurit Bertato karena Tradisi Boleh Masuk TNI, Dayak Pedalaman Dapat “Privilege”

Sebagai tindak lanjut, TNI AD akan melakukan 3 langkah utama:

  1. Evaluasi Desain: Mengkaji ulang perhitungan beban dan struktur seluruh jembatan yang sedang dan akan dibangun.
  2. Penguatan Material: Akan ada peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen dari spesifikasi sebelumnya.
  3. Sosialisasi Ketentuan: Memastikan seluruh sistem jembatan tetap digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk pemasangan rambu larangan berkerumun.

“Namun demikian, seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan,” tegas Donny.

Program pembangunan jembatan oleh TNI AD merupakan bagian dari penugasan Presiden untuk mempercepat konektivitas di daerah 3T dan pelosok. Jembatan Garuda di Desa Margacinta dibangun untuk menghubungkan dua dusun yang sebelumnya terpisah sungai dan hanya bisa dilalui dengan perahu.

Pemkab Pangandaran melalui Bupati Citra Pitriyami telah berkoordinasi dengan TNI AD untuk perbaikan dan pembangunan ulang jembatan dengan standar yang lebih kuat.

Hingga berita ini diturunkan, TNI AD bersama Pemkab Pangandaran masih melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan jalur alternatif bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved