Dari Ketua OSIS SMA Negeri 1 Muara Tiga Hingga Dosen Magister, Ini Jejak Dr Iswadi M.PD
Diterbitkan Sabtu, 5 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST MUARA TIGA – Setiap perjalanan besar selalu memiliki titik awal. Bagi Dr. Iswadi, M.Pd., titik itu bermula dari bangku SMA Negeri 1 Muara Tiga. Di sekolah inilah ia pernah menjadi siswa, dan lebih dari itu, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dari pengalaman sederhana itulah, fondasi kepemimpinan dan pengabdian di dunia pendidikan mulai terbentuk.
Kini, puluhan tahun berselang, nama Dr. Iswadi tercatat sebagai Dosen Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta. Sebuah perjalanan panjang dari lapangan upacara SMA di Muara Tiga, hingga ruang kelas pascasarjana di Jakarta
Bagi siswa yang kini menjabat sebagai Ketua OSIS SMA N 1 Muara Tiga, kisah Dr. Iswadi terasa sangat dekat.
“Menjadi Ketua OSIS bukan hanya tentang memimpin upacara atau kegiatan. Tapi tentang belajar menerima amanah, mendengarkan teman, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab,” demikian refleksi Ketua OSIS saat ini.
Pengalaman organisasi itulah yang membentuk karakter. Seorang ketua dituntut mampu membangun komunikasi, mengatur kegiatan, bekerja sama dengan guru dan siswa, serta mencari solusi saat menghadapi perbedaan pendapat.
Nilai-nilai inilah yang juga dirasakan Dr. Iswadi semasa menjabat. Dari OSIS, ia belajar bahwa memimpin bukan soal berada paling depan dan memberi perintah. Memimpin berarti mampu mendengar, memahami, menghargai perbedaan, dan hadir sebagai solusi.
Setelah lulus dari SMA N 1 Muara Tiga, perjalanan akademik Dr. Iswadi terus menanjak. Ia melewati berbagai jenjang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian hingga akhirnya berhasil meraih gelar Doktor di bidang Pendidikan.
Kiprahnya tidak berhenti di ruang kelas. Kini, ia mengabdikan diri sebagai Dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta.
Peran barunya menunjukkan kesinambungan: dari seorang siswa yang belajar memimpin 50 orang teman di OSIS, menjadi akademisi yang membimbing ratusan guru dan calon pemimpin pendidikan di tingkat S2.
“Bagi kami, ini bukti bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Kita juga belajar dari organisasi, dari tanggung jawab, dari tantangan yang kita hadapi,” ujar Ketua OSIS SMA N 1 Muara Tiga.
Bagi keluarga besar SMA N 1 Muara Tiga, kisah Dr. Iswadi menjadi pengingat penting: sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai, tapi tempat menumbuhkan karakter.
BACA JUGA:
Dari Laweueng Menembus Dunia Akademik, Dr. Iswadi Memilih Menjadi Dosen dan Mengabdi Lewat Ilmu
OSIS memiliki peran besar dalam proses itu. Lewat rapat, kegiatan, hingga konflik kecil di organisasi, siswa belajar tentang kerja sama, disiplin, manajemen waktu, dan keberanian mengambil keputusan.
“Kisah beliau memberi pelajaran bahwa jabatan hanyalah awal dari tanggung jawab. Seorang pemimpin dinilai bukan dari posisi yang pernah diduduki, tapi dari manfaat yang ia berikan,” lanjut Ketua OSIS.
Pesan Dr. Iswadi yang tidak diucapkan langsung, tapi terasa melalui jejaknya adalah: jangan takut memulai, jangan takut menerima tanggung jawab, dan jangan pernah berhenti belajar.
Karena tidak ada yang tahu ke mana langkah kecil hari ini akan membawa kita. Pengalaman yang terasa sederhana di OSIS, bisa jadi fondasi untuk perjalanan besar di masa depan.
Dari ruang kelas, menuju organisasi.
Dari organisasi, belajar memimpin.
Dari kepemimpinan, tumbuh keberanian.
Dan dari keberanian untuk terus belajar, lahirlah perjalanan panjang menuju ilmu dan pengabdian.
Jika dahulu Dr. Iswadi memulai jejaknya dari OSIS SMA N 1 Muara Tiga, maka kini giliran generasi hari ini untuk menuliskan kisahnya sendiri.**
