GWI Tangerang Diusir dari Lapangan Saat Unggul Telak 5-1 di Ajang Wali Kota Cup: Mana Rilisannya? Nanti Juga Dikasih Ongkos
Diterbitkan Rabu, 26 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRI POST, TANGERANG — Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kota Tangerang melayangkan protes keras atas dugaan tindakan diskriminatif oleh panitia dalam ajang Fun Futsal Wali Kota Tangerang Cup Kemerdekaan antar Organisasi Wartawan, Senin (25/8/2026).
Insiden terjadi saat pertandingan antara GWI vs WAMEN (Wartawan Parlemen) masih berlangsung dengan skor 5-1 untuk keunggulan GWI.
Menurut keterangan perwakilan GWI, pertandingan tiba-tiba dihentikan panitia dengan alasan “GWI tidak pernah menaikkan berita”.
“Mana rilisannya? Pernah bikin berita ga dia?” ucap salah satu panitia saat menghentikan laga, demikian diungkap GWI.
GWI menilai alasan tersebut tidak masuk akal dan tidak pernah tercantum dalam aturan.
“Saat technical meeting, syaratnya jelas: peserta harus wartawan, usia di atas 30 tahun, dan anggota organisasi wartawan. Tidak ada satu poin pun yang menyebut wajib punya berita dan menaikkan berita. Karena yang namanya wartawan pasti punya karya masing-masing,” tegas perwakilan GWI.
Semua persyaratan administrasi dari GWI disebut telah dilengkapi sebelum pertandingan.
Selain penghentian sepihak, GWI juga mengaku mendapat intimidasi dari beberapa oknum ketua organisasi, baik yang menjadi panitia maupun tidak.
Bahkan muncul celetukan dari salah satu ketua organisasi yang juga panitia: _“nanti juga dikasih ongkos yang kalah”.
“Ini bukan soal kalah menang atau soal diskualifikasi. Yang kami pertanyakan, kalau memang takut kalah kenapa kami diundang? Panitia juga tidak berhak memberhentikan pertandingan di tengah jalan, apalagi kami sudah unggul,” tegasnya.
BACA JUGA:
Jurnalis dan LSM Desak Bupati Madina Copot Kades Singengu Julu Terseret Dugaan PETI
GWI menilai tindakan panitia mencederai semangat kebersamaan yang diusung dalam poster acara bertajuk “Bersama Bersinergi Perkuat Kolaborasi” serta arahan Wali Kota Tangerang dalam pembukaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota disebut menekankan bahwa kegiatan ini adalah ajang silaturahmi antar organisasi wartawan yang tidak mempermasalahkan siapa menang atau kalah.
“Kami datang sebagai peserta dengan semangat silaturahmi. Seharusnya ajang ini mempererat, bukan memecah belah antar organisasi wartawan,” lanjutnya.
Tuntutan GWI Kota Tangerang
Atas kejadian ini, GWI Kota Tangerang mendesak:
1. Pemkot Tangerang dan pihak penyelenggara memberikan klarifikasi terbuka kepada publik
2. Panitia mengevaluasi etika dan sportivitas dalam penyelenggaraan event ke depan
3. Menjaga netralitas agar kegiatan yang melibatkan insan pers tidak diintervensi kepentingan kelompok tertentu
“Ini adalah bentuk diskriminasi sesama profesi yang dilakukan oleh beberapa oknum ketua organisasi. Kejadian ini juga mencederai nama baik Wali Kota Tangerang dan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” tutup perwakilan GWI.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia Fun Futsal Wali Kota Cup belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghentian dan diskualifikasi GWI.
(Reporter: Eko | Editor: Redaksi NP)
