Viral Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman Ngamuk ke BNPB: Bantuan Sedikit, Warga 11 Desa Protes Saya Stres
Diterbitkan Minggu, 23 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST NTT – Video Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, Agustinus Supratman berdebat sengit hingga membanting karung beras di depan pejabat BNPB viral di media sosial. Insiden terjadi di Posko Logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Jumat [21/8/2026] pagi.
Dalam video durasi 6 menit 15 detik, Agustinus tampak emosi kepada pejabat BNPB yang belum diketahui namanya.
Pemicunya: pejabat BNPB disebut menyampaikan ke pihak lain bahwa “bantuan banyak sekali” turun ke Lamba Leda Utara. Padahal stok di posko terbatas.
“Pak bilang bantuan banyak sekali kasi turun di sini, saya tersinggung sekali Pak, saya tidak suka,” kata Agustinus sambil menunjuk.
Emosi memuncak saat ia membanting karung beras dan menarik tangan pejabat BNPB yang hendak menjauh.
“Pak jangan lari, Pak ke sini, ini Pak punya bantuan, saya tidak suka, saya ditekan,” ujarnya.
Agustinus mengaku punya rekaman telepon pejabat BNPB tersebut. “Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan,” lanjutnya.
Agustinus menjelaskan kemarahannya karena ia bertanggung jawab membagi bantuan untuk 21.171 jiwa di 11 desa terdampak.
“Karena rasanya saya ditekan Pak, saya harus bagi ke 11 desa Pak. Bukan begitu caranya. Semua desa sekarang protes kepada saya, semua pada teriak bantuan,” ucapnya.
“21.171 jiwa di Lambaleda Utara harus bagi rata, saya buat begitu pak,” tegasnya.
Ia menolak jika bantuan 1 mobil hanya dititip di 1 desa. “Bantuan yang datang ke sini kami bagi 11 desa. Bukan kayak begini datang 1 mobil titip di 1 kampung, bagaimana resistensi orang lain,” katanya.
Selain jumlah barang, Agustinus juga menolak menandatangani Berita Acara Serah Terima [BAST].
Alasannya: jumlah fisik bantuan di lapangan tidak sesuai dengan data di dokumen laporan.
“Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong,” katanya.
BACA JUGA:
Update Gempa NTT: 87 Meninggal, 150 Ribu Mengungsi, Di Antara Data Itu Ada Surat Risma 11 Tahun untuk Tuhan
Plt Kepala Pusat Data BNPB sekaligus Dir. Mitigasi BNPB, Berton SP Panjaitan, buka suara Sabtu [22/8/2026].
“Kesalahpahaman bisa terjadi di lapangan, apalagi di dalam situasi darurat seperti saat ini,” kata Berton di kanal YouTube BNPB Indonesia.
Ia memaklumi tekanan psikologis tinggi selama penanganan bencana.
“Kami tahu penanggulangan bencana ini membutuhkan energi, perhatian, dan tekanan yang tinggi secara psikologis. Kami tetap menjaga hubungan baik dengan pemda, kementerian/lembaga, dunia usaha, maupun NGO,” tukas Berton.
BNPB menegaskan insiden ini tidak akan mengganggu proses penyaluran bantuan ke masyarakat.
Kecamatan Lamba Leda Utara termasuk wilayah terdampak cukup parah akibat gempa M7,7 Flores, Sabtu [15/8/2026]. Seluruh 11 desa mengalami kerusakan.
BACA JUGA:
Pasca Gempa NTT, TNI Kerahkan 27 Alutsista, Fokus Percepatan Pemulihan dan Pemenuhan Kebutuhan Warga
Sebelumnya, Agustinus menyebut wilayahnya masih butuh: beras, air minum, obat, tenaga medis, genset, dan internet. 9 desa belum tersentuh layanan medis karena kendala evakuasi dan gempa susulan.
Mendagri Tito Karnavian sempat meninjau Desa Satar Kampas, Senin [17/8], dan menyerahkan genset serta velbed.
Saat dikonfirmasi, Agustinus tidak membantah video tersebut. Ia memilih tidak memperpanjang polemik.
“Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu,” ujarnya.
Fokusnya kini: memastikan pasien korban gempa tertangani dan distribusi logistik berjalan transparan dan merata.
