Update Gempa NTT: 87 Meninggal, 150 Ribu Mengungsi, Di Antara Data Itu Ada Surat Risma 11 Tahun untuk Tuhan
Diterbitkan Sabtu, 22 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Duka di Nusa Tenggara Timur [NTT] belum usai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] mencatat korban meninggal akibat gempa bertambah menjadi 87 orang. Di tengah angka-angka itu, muncul kisah Risma, 11 tahun, yang menulis surat untuk Tuhan dari tenda pengungsian dan tak pernah sempat pulang ke rumah.
1. DATA TERBARU BNPB PER 21 AGUSTUS 2026 PUKUL 16.00 WIB
Plt Kepala Pusat Data BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan update dalam konferensi pers daring, Sabtu.
“Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitahuan kemarin. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” ujar Berton.
Rincian korban:
Meninggal Dunia 87 jiwa
Luka-luka 1.298 jiwa
Luka Berat 336 jiwa
3 Kabupaten dengan korban luka terbanyak:
1. Kabupaten Manggarai Timur: 643 jiwa
2. Kabupaten Manggarai: 285 jiwa
3. Data kabupaten lain masih dalam pendataan
2. PENGUNGSI LONJAK JADI 150.576 JIWA KARENA GEMPA SUSULAN
Jumlah pengungsi naik signifikan dari 113.600 jiwa menjadi 150.576 jiwa. Penyebabnya: gempa susulan masih terus terjadi sehingga warga takut kembali ke rumah.
3 Kabupaten dengan pengungsi terbanyak:
1. Kabupaten Manggarai: 41.427 jiwa
2. Kabupaten Nagekeo: 34.256 jiwa
3. Kab Manggarai Timur*: 31.372 jiwa
Warga bertahan di tenda darurat, sekolah, dan lapangan. Kebutuhan mendesak: makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan layanan kesehatan jiwa.
3. 5.012 GEMPA SUSULAN, MAGNITUDO TERBESAR 6,2
Hingga Sabtu sore, BNPB mencatat 5.012 kali gempa susulan di NTT.
“Kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali,” jelas Berton.
Frekuensi ini membuat proses evakuasi, pendataan, dan distribusi bantuan terkendala.
4. UPAYA PEMERINTAH: DARI BTS HINGGA DAPUR UMUM
1. Komdigi memastikan 812 BTS terdampak gempa sudah pulih sehingga komunikasi dan koordinasi bantuan kembali normal
2. Wapres Gibran menekankan pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat NTT terpenuhi
3. TNI, Polri, Basarnas, BNPB dan relawan mendirikan posko kesehatan, dapur umum, dan layanan trauma healing di titik pengungsian
BACA JUGA:
KSAD Jenderal Maruli: TNI Fokus Fasilitas Air Bersih Untuk Korban Gempa Flores NTT
5. KISAH RISMA 11 TAHUN: SURAT UNTUK TUHAN DARI TENDA
Di salah satu tenda pengungsian yang pengap, terpal bocor, tanah masih basah, Risma 11 tahun merobek buku tulisnya yang kotor debu gempa.
Ia tidak menulis cita-cita jadi dokter. Ia menulis dengan huruf gemetar:
“Ya Allah semoga kampung kami tidak terjadi kayak Aceh semoga tidak terjadi ya Allah kami ini banyak yang susah dan banyak yang miskin semoga yang saya doa dan tulis ini di baca Allah semoga terkabulkan ya Allah.”
Tidak ada permintaan mainan. Tidak ada permintaan rumah mewah. Hanya ketakutan anak kecil agar kampungnya tidak hancur seperti Aceh yang ia dengar dari cerita orang tua.
Di akhir surat, Risma menggambar wajah sedih dengan dua titik air mata.
Risma tidak pernah pulang ke rumah karena rumahnya sudah rata. Ia “pulang” di tenda, meninggal di pangkuan ayahnya. Ayah yang hanya bisa menahan tubuh anaknya agar tetap hangat dan menahan tangis agar Risma tidak takut.
Surat yang ia kira rahasia itu kini dibaca satu Indonesia.
Risma… Doamu terkabul. Tuhan sudah peluk kamu duluan, sebelum dingin tenda itu semakin menusukmu. Sekarang tidurlah nyenyak. Di sana tidak ada lagi gempa, tidak ada lagi kata “susah dan miskin”.
Tugasmu sudah selesai. Biarlah kami yang melanjutkan doamu: Ya Allah, jangan biarkan ada Risma-Risma lain lagi.**

One thought on “Update Gempa NTT: 87 Meninggal, 150 Ribu Mengungsi, Di Antara Data Itu Ada Surat Risma 11 Tahun untuk Tuhan”