Musibah di Malaka: Pamit ke Kebun dan Menjala Ikan, Kakek Tak Pernah Pulang
Diterbitkan Sabtu, 22 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST MALAKA – Warga Dusun Raiksouk, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT berduka. Seorang lansia, Dominikus Seran, [67] ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di Kali Motadelek, Jumat [21/8/2026] petang.
korban, Dominikus Seran diduga tenggelam saat menjala ikan seorang diri di di Kali Motadelek, Malaka.
Dalam keseharian, Dominikus memang seorang petani. Setiap hari sekitar pukul 09.00 WITA ia berangkat ke kebun di Desa Biris, Kecamatan Wewiku dan pulang pukul 11.00 WITA untuk makan siang.
Namun sehari sebelum kejadian, Kamis [20/8/2026], korban sempat memberitahu anaknya, Aplonia Seran bahwa Jumat pagi ia berencana menjala ikan di Kali Motadelek.
Jumat pagi pukul 09.00 WITA, Dominikus berpamitan untuk ke kebun dan akan menyempatkan menjala ikan. Hingga sore, korban tak kunjung pulang.
Sekitar pukul 17.30 WITA, Aplonia mulai khawatir dan bertanya kepada anak-anaknya, Ice Leki dan Riska Leki. Karena tidak ada yang tahu, ketiganya langsung mencari ke kebun. Korban tidak ditemukan.
Karena ingat pesan sang ayah, Aplonia dan kedua anaknya lalu menyusuri Kali Motadelek. Upaya itu membuahkan hasil.
Pukul 18.30 WITA, jenazah Dominikus ditemukan mengapung di kolam Kali Motadelek, Dusun Raiksouk.
Posisi korban saat ditemukan telungkup menghadap ke bawah di kedalaman air sekitar 2,5 meter. Di tangannya masih tergenggam tali jala ikan.
“Kami langsung lapor ke Kepala Desa Leunklot, Bapak Yulius Leki Seran,” ujar Aplonia dikutip Kata NTT, Sabtu (22/8/2026).
Menerima laporan, Kepala Desa Leunklot Yulius Leki Seran segera menghubungi Kapolsek Weliman Ipda Xaverius Mere Gade.
Bersama piket SPKT, Kapolsek langsung ke lokasi, mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Malaka untuk olah TKP.
BACA JUGA:
Suami di Malaka NTT Tega Bunuh Istri dengan Parang, Hanya Gegara Ini!
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans Puskesmas Weliman ke RSPP Betun untuk dilakukan visum et repertum oleh dr. Sherlin Taolin.
Hasil visum menemukan adanya luka di beberapa bagian tubuh korban, diduga gigitan binatang air. Dokter menyimpulkan penyebab kematian adalah tenggelam.
Usai mendapat penjelasan dokter, pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Pihak keluarga yang diwakili adik kandung korban Leonardus Bere dan anak kandung Metriana Hoar Seran membuat surat pernyataan dan berita acara penolakan otopsi terhadap jenazah.
Hingga kini, kasus ini ditangani Polsek Weliman sebagai musibah murni. Polisi mengimbau warga yang beraktivitas di sungai agar lebih berhati-hati, terutama lansia yang mencari ikan seorang diri.**
