NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Mahasiswa Ancam Turun Jalan Jika Tuntutan Reshuffle Tak Direspons, Dr. Iswadi: Momentum Tepat bagi Prabowo Bentuk Kabinet Lebah

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 22 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Dr. Iswadi, M.Pd.,

NKRIPOST JAKARTA – Desakan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat. Aliansi Mahasiswa Indonesia [AMI] bahkan mengeluarkan ultimatum: akan turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu 7×24 jam.

Di tengah tekanan itu, pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi menilai ini sebagai momentum emas bagi Prabowo untuk membentuk pemerintahan yang lebih solid dengan filosofi “Kabinet Lebah”.

Dalam aksi sikap di Jakarta, AMI menyampaikan 4 tuntutan utama:
1. Evaluasi terbuka terhadap kinerja seluruh menteri
2. Penggantian pejabat yang tidak mencapai target dan tidak berkinerja
3. Keterbukaan capaian kementerian kepada publik secara berkala
4. Penegasan bahwa jabatan adalah amanah untuk rakyat, bukan kepentingan kelompok

“Jika dalam 7×24 jam tidak ada respons, kami akan turun ke jalan,” tegas koordinator AMI.

Menanggapi desakan mahasiswa, Dr. Iswadi mengatakan kritik tersebut harus dilihat sebagai alat ukur.

“Ini momentum yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi secara objektif. Jika memang ada menteri yang tidak mampu mencapai target, tidak mampu berkolaborasi, atau tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan rakyat, maka reshuffle dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerintahan,” ujar Dr. Iswadi.

Ia mengingatkan, reshuffle tidak boleh asal-asalan.
“Reshuffle jangan hanya dimaknai sebagai pergantian nama atau posisi. Yang lebih penting adalah bagaimana Presiden membangun kultur kerja baru di dalam pemerintahan,” katanya.

Dr. Iswadi kembali menawarkan konsep Kabinet Lebah sebagai model kerja pemerintahan Prabowo ke depan.

“Lebah bekerja secara kolektif. Setiap anggota memiliki tugas yang jelas, saling mendukung, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi ekosistem. Filosofi inilah yang harus diterapkan dalam kabinet. Menteri jangan bekerja sendiri-sendiri, jangan ada ego sektoral,” tegasnya.

BACA JUGA:

Reshuffle atau Tumbang: Mahasiswa Ancam Turun Jalan Jika Tuntutan Tak Direspons Presiden, Dari Seskab Teddy Hingga Kapolri Masuk Radar Evaluasi

Konsep ini adalah antitesis dari “mental bangsa kepiting” yang saling tarik-menarik dan menghambat.
“Presiden membutuhkan kabinet yang bukan hanya loyal secara politik, tetapi juga kompeten secara profesional. Loyalitas harus berjalan bersama integritas dan kemampuan menghasilkan kinerja nyata. Rakyat membutuhkan hasil, bukan sekadar pergantian jabatan,” ujarnya.

Agar evaluasi tidak subjektif, Dr. Iswadi mengusulkan 5 indikator utama:
1. Capaian program prioritas nasional
2. Kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat
3. Kemampuan sinergi lintas kementerian
4. Integritas dan bebas dari konflik kepentingan
5. Kemampuan menyelesaikan masalah nyata rakyat

Menurutnya, tantangan pemerintahan Prabowo sangat berat: ekonomi global, ketahanan pangan, lapangan kerja, hilirisasi, transformasi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan.

“Karena itu, kabinet harus bergerak dalam satu visi dan satu irama. Setiap kementerian tidak boleh bekerja berdasarkan kepentingan sektoral semata,” katanya.

Dr. Iswadi meminta pemerintah merespons secara demokratis dan proporsional.
“Jangan sampai reshuffle dilakukan hanya karena tekanan. Tetapi jangan pula pemerintah mengabaikan aspirasi masyarakat. Presiden harus melihat data, kinerja, kebutuhan pemerintahan, dan suara rakyat secara keseluruhan. Kalau memang diperlukan penyegaran, lakukan dengan cepat, tepat, dan terukur,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Tokoh Pendidikan Dr. Iswadi Layak Dipertimbangkan Prabowo Jadi Menteri, Ini Alasannya! 

Ia berharap Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk membangun sistem kerja yang efektif dan responsif, bukan sekadar mengganti orang.

“Kalau Presiden ingin mempercepat pencapaian target pembangunan, inilah saatnya membangun Kabinet Lebah: bekerja keras, disiplin, saling menguatkan, tidak saling menjatuhkan, dan seluruh hasil kerja akhirnya kembali kepada rakyat,” tutup Dr. Iswadi.**

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved