NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kisah Ben Mboi, Dokter Trikora yang Ajarkan Prabowo 2 Hal: Cinta Rakyat dan Akal Sehat

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 9 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Aloysius Benedictus Mboi, atau akrab disapa Ben Mboi dan Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto Merah Putih) 

NKRIPOST JAKARTA – Nama Aloysius Benedictus Mboi, atau akrab disapa Ben Mboi, kembali disebut Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu mentor dalam memimpin dan bernegara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat peluncuran buku _”10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia”_ di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

1. Dua (2) Pelajaran dari Ben Mboi: Cinta Rakyat dan Akal Sehat
Prabowo menyebut ada dua hal penting yang ia pelajari dari mantan Gubernur NTT periode 1978-1988 itu.

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada, semua itu akal sehat. Manakala keputusan yang kita ambil didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset,” kata Prabowo.

Ia mencontohkan swasembada pangan sebagai bukti “akal sehat”.
“Swasembada pangan itu sangat-sangat mendasar. Mereka yang tidak paham swasembada pangan, negaranya tidak aman. Hasilnya akan cepat kelihatan,” ujarnya.

2. Perjalanan Hidup: Dari Anak Bangsawan Penjual Makanan ke Dokter Trikora
Ben Mboi lahir di Ruteng, Manggarai, 22 Mei 1935 dari pasangan Mathias Mboi dan Yohanna. Ia keturunan bangsawan “darah biru” Todo Pongkor, Manggarai.

Namun status itu tidak membuat hidupnya mudah. Dikutip dari kanal Youtube BKD Provinsi NTT dan catatan MerahPutih, masa kecil Ben ditempa disiplin. Meski bersekolah, ia harus menjual makanan dari rumah ke rumah untuk membantu ekonomi keluarga.

Perjuangan berlanjut saat SMA di Saint Albertus Malang. Karena tak mampu bayar uang sekolah, Ben ditugaskan menyapu, mengepel, dan membersihkan WC. “Gajinya” dicatat sebagai uang sekolah.

Setamat SMA, ia nekat daftar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat kos, ia bantu kerja rumah tangga ibu kos agar bebas biaya. Ia juga mengajar di SMA Antonius Matraman untuk biaya kuliah. Lulus tahun 1961.

Tahun 1962, Ben masuk dinas militer sebagai dokter. Ia dikirim ke Operasi Trikora di Irian Barat di bawah komando Benny Moerdani. Ia tercatat sebagai satu-satunya dokter dalam operasi Trikora dan naik pangkat dari Letnan Satu menjadi Kapten.

Tahun 1964, ia menikah dengan dr. Nafsiah Mboi, yang kelak menjadi Menteri Kesehatan RI. Pasangan ini kemudian ditugaskan sebagai dokter di Ende, Flores.

Ben Mboi wafat pada 23 Juni 2015 di RS Pondok Indah Jakarta dalam usia 80 tahun karena komplikasi. Ia dimakamkan secara militer di TMP Kalibata pada 25 Juni 2015. Dari pernikahannya lahir 3 anak: 2 laki-laki dan 1 perempuan.

3. 10 Tahun Pimpin NTT: 4 “Operasi” dan Swasembada Pangan
Tahun 1978, Ben Mboi dilantik menjadi Gubernur NTT menggantikan El Tari. Selama 2 periode, ia meluncurkan 4 program unggulan yang dikenal warga NTT:

1. Operasi Nusa Makmur (ONM): Perangi kemiskinan lewat pertanian. Menggunakan konsep Kredit Bimbingan Masyarakat (Bimas). Hasilnya: produksi padi, jagung, kapas naik. Luas sawah dan kebun melonjak dari 5.000 hektare pada 1978 menjadi 150.000 hektare pada 1985. Kiriman pangan dari luar NTT menurun drastis.
2. Operasi Nusa Hijau (ONH): Reboisasi bukit sabana dan stepa di Flores. Dibuat terasering, ditanam Lamtoro dan Gamal. Daunnya untuk pakan ternak, batangnya untuk kayu bakar saat NTT belum ada listrik. Beberapa bukit tandus berubah jadi hutan.
3. Operasi Nusa Sehat (ONS): Pemberantasan malaria, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
4. Operasi Benah Desa: Inovasi administrasi desa. Memperkuat demokrasi lokal dan menjernihkan prosedur alokasi lahan pertanian. Program ini kemudian banyak ditiru daerah lain.

Selain itu, Ben Mboi juga membangun infrastruktur: jalan, pelabuhan modern di pulau-pulau utama, serta mendorong komoditas ekspor kakao, kopi, dan vanila. Di masanya lahir industri besar pertama di NTT: PT Semen Kupang.

Atas kinerjanya, Ben Mboi bersama istri menerima Ramon Magsaysay Award 1986 untuk kategori Pelayanan Publik. Ia menjadi salah satu kepala daerah pertama di Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi dari Filipina itu.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo: Saya Lahir dari Ibu Beragama Kristen, Bukti Keluarga Pancasila

4. Dianugerahi Bintang Republik Indonesia Utama oleh Prabowo
Pengabdian Ben Mboi kembali dihormati negara. Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama kepada almarhum. Penghargaan diterima ahli waris di Istana Negara.

Penghargaan diberikan atas jasa: pemberantasan malaria, penguatan layanan kesehatan ibu-anak, pembangunan infrastruktur, dan industri dasar di NTT.

5. Warisan Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan Ben Mboi menekankan kerja keras, inovasi, dan kedekatan dengan rakyat. Ia membuktikan pemimpin bisa menyeimbangkan pembangunan fisik dengan layanan sosial.

Bagi Prabowo, Ben Mboi adalah contoh pemimpin yang keputusannya selalu diuji dengan 2 hal: apakah ini untuk rakyat, dan apakah ini masuk akal.

“Kalau dasarnya cinta rakyat dan akal sehat, hasilnya pasti kelihatan,” pungkas Prabowo.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved