Menteri LH Jumhur: Komunitas Sungai Adalah Garda Terdepan Gerakan Pulihkan Sungai Indonesia
Diterbitkan Jumat, 31 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST MOJOKERTO – Dalam rangka menyambut Hari Sungai Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup / KLH/BPLH memperkuat komitmen perlindungan dan pemulihan sungai melalui Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 di Wana Wisata Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 25–27 Juli 2026.
Forum 3 hari ini menjadi momentum konsolidasi para penjaga sungai dari seluruh Indonesia untuk memperkuat semangat bersama merawat sungai sebagai sumber kehidupan, ketahanan pangan, energi, dan keseimbangan ekosistem.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi tinggi atas peran komunitas sungai yang selama ini menjadi penggerak utama di lapangan.
“Semua peradaban, termasuk di Indonesia itu pasti jejaknya ada di sungai. Saudara-saudara melakukan itu di tempat masing-masing. Dan siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan siapa pun, utamanya dengan pemerintah, akademisi, pengusaha, korporasi. Terima kasih juga sudah percaya kepada Menteri Lingkungan Hidup sebagai ex-officio Dewan Penasihat bagi komunitas sungai,” kata Menteri Jumhur.
Menurut Menteri, keterlibatan masyarakat adalah kekuatan penting untuk memastikan upaya pelestarian dan pemulihan sungai berjalan efektif dan berkelanjutan.
Upaya pemulihan menjadi mendesak di tengah data terbaru KLH/BPLH. Berdasarkan Pemantauan Kualitas Air Nasional 2025 pada 6.245 lokasi yang mencakup 1.926 sungai dan 109 danau/situ, tercatat:
– 234 badan air memenuhi baku mutu
– 1.801 badan air mengalami pencemaran
Parameter pencemar dominan: BOD, Total Coliform, Fecal Coliform, dan Klorin yang berasal dari aktivitas domestik, peternakan, hingga industri.
Mengusung tema “Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan”, konferensi ini diikuti sekitar 500 peserta dari 15 provinsi, 53 kabupaten/kota, serta perwakilan 33 Daerah Aliran Sungai / DAS di Indonesia.
Selama 3 hari, konferensi menjadi ruang bertukar gagasan, berbagi praktik baik, dan memperkuat jejaring kolaborasi untuk menghadirkan solusi nyata.
BACA JUGA:
Kementerian Lingkungan Hidup Segel Perusahaan Oli Belas PT Beringin Petroleum Energy Di Tangerang: Akan Digugat Perdata
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono menegaskan dukungan Pemprov Jatim melalui program susur sungai dan Patroli Air yang sudah di-SK-kan khusus.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para penggiat dan pecinta lingkungan. Ini wujud kerja sama kita, bersama dunia usaha, akademisi, media, untuk menyelamatkan dan melestarikan sungai kita,” ujar Adhy.
Konferensi ditutup dengan sejumlah capaian nyata:
1. Pembacaan Deklarasi Komunitas Sungai Indonesia sebagai arah bersama gerakan pelestarian sungai
2. Kegiatan Penanaman Pohon di kawasan Sumber Gempong
3. Dialog Interaktif lintas pemangku kepentingan
4. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia / FAJI untuk penguatan perlindungan sungai dan pengembangan wisata air berkelanjutan
Rahmalinda, anggota Komunitas Konservasi Air dari Aceh, berharap hasil konferensi tidak berhenti di seremoni.
“Mudah-mudahan ini jadi catatan bagi kementerian dan kami komunitas. Setidaknya kita punya wacana untuk tahun depan jangan cukup sampai di sini saja,” katanya.
Melalui Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026, KLH/BPLH menegaskan bahwa sungai bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Kolaborasi multipihak menjadi fondasi penting untuk menghadirkan ekosistem sungai yang lestari dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.***
