NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Muncul Kabinet Bayangan, Ini Kata Wapres Gibran

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 30 Juli, 2026 by NKRIPOST

Wapres Gibran Rakabuming Raka.

NKRIPOST JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka buka suara terkait pembentukan Kabinet Bayangan Indonesia oleh koalisi masyarakat sipil. Gibran mengaku menghormati inisiatif tersebut sebagai bagian dari demokrasi.

“Saya menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan,” kata Gibran dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

APA ITU KABINET BAYANGAN?
Kabinet Bayangan adalah platform masyarakat sipil yang dibentuk untuk memperkuat pengawasan terhadap pemerintah sekaligus menghasilkan alternatif kebijakan berbasis riset dan data.

Konsep ini mengadaptasi _shadow cabinet_ dari Inggris, Australia, dan Kanada. Kehadirannya dilatarbelakangi melemahnya fungsi pengawasan parlemen dan terbatasnya peran oposisi formal.

Inisiatif ini dipimpin Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF. Seluruh anggota bekerja sukarela tanpa gaji agar menjaga independensi dari kepentingan politik dan ekonomi.

Tugasnya: menyusun riset, _policy brief_, laporan publik, menggelar _Shadow Hearing_, membuat _Dashboard Publik_ untuk memantau janji pemerintah, hingga menerbitkan laporan _Alternative State of the Nation_.

“Ini sepenuhnya konstitusional. Bukan pemerintahan tandingan, tapi pelaksanaan hak warga negara untuk berserikat dan berpartisipasi,” tegas panitia.

Pendanaan awal dari kontribusi sukarela anggota. Ke depan akan dikembangkan skema _crowdfunding_.

Kabinet Bayangan menggelar rapat perdana pada Senin (27/7/2026). Panel independen Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Erry Riyana Hardjapamekas menyeleksi 15 tokoh berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak.

Berbeda dengan Kabinet Merah Putih, formasi ini ramping dan hanya fokus pada sektor strategis yang menentukan kualitas demokrasi dan kesejahteraan.

Berikut 15 Menteri Kabinet Bayangan & yang “dibayangi”:

  1. Mensesneg: Feri Amsari
    Bayangi: Prasetyo Hadi, Dudung Abdurachman, Muhammad Qodari
  2. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF
    Bayangi: Teddy Indra Wijaya
  3. Mendagri & Keamanan: Armand Suparman
    Bayangi: Tito Karnavian, Djamari Chaniago, Listyo Sigit, Yandri Susanto
  4. Menlu: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
    Bayangi: Sugiono
  5. Menhan: Curie Maharani
    Bayangi: Sjafrie Sjamsoeddin
  6. Menteri Perempuan & Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
    Bayangi: Arifatul Choiri Fauzi, Natalius Pigai
  7. Menkum & Kebijakan Negara: Yance Arizona
    Bayangi: Yusril Ihza Mahendra, Supratman Andi Agtas, Agus Andrianto, Rini Widyantini, ST Burhanuddin
  8. Menteri Perekonomian & BUMN: Media Wahyudi Askar
    Bayangi: Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang, Budi Santoso, Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dkk
  9. Menkeu & Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
    Bayangi: Purbaya Yudhi Sadewa
  10. Menteri Lingkungan & Pertambangan: Iqbal Damanik
    Bayangi: Jumhur Hidayat, Bahlil Lahadalia, Raja Juli Antoni, Nusron Wahid
  11. Mendikbud: Iman Zanatul Haeri
    Bayangi: Abdul Mu’ti, Brian Yuliarto, Fadli Zon, Pratikno
  12. Menristek & Digital: Nenden Sekar Arum
    Bayangi: Brian Yuliarto, Meutya Hafid
  13. Menkes: Irma Hidayana
    Bayangi: Budi Gunadi Sadikin
  14. Mensos & Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
    Bayangi: Saifullah Yusuf, Muhaimin Iskandar, Yassierli, Maruarar Sirait, dkk
  15. Mentan & Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
    Bayangi: Zulkifli Hasan, Amran Sulaiman, Sakti Wahyu Trenggono, Sudaryono

Setiap menteri bertugas menjadi _counterpart_ kementerian terkait: mengawasi, mengevaluasi, dan menyusun alternatif kebijakan berbasis bukti.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka

BACA JUGA:

Wapres Gibran Soal RUU Perampasan Aset: Berantas Korupsi, Maka Koruptor Harus Dimiskinkan

Gibran menegaskan dalam demokrasi setiap warga berhak kritik dan mengawal pemerintah.

“Selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan*,” ujarnya.

Menurutnya, tugas pemerintah adalah bekerja lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan kebijakan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan semangat itulah tata kelola pemerintahan akan meningkat, demokrasi semakin matang, dan kepercayaan publik dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas,” sambungnya.

Sebelumnya, Istana juga menyatakan akan mengevaluasi gaya komunikasi para menteri Kabinet Merah Putih sebagai respons atas dinamika publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved