Kisah Aji Bayu: Dari Anak Buruh Bangunan Soe NTT Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026, Sabet 3 Penghargaan, Dipuji Presiden Dan Mendagri
Diterbitkan Kamis, 30 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST SUMEDANG – Nama Aji Bayu Ramadhan (22) kini jadi sorotan nasional. Putra seorang buruh bangunan asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 dari 1.204 lulusan.
Aji dilantik sebagai Pamong Praja Muda langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026).
Prestasi Aji diumumkan Rektor IPDN Dr. H. Halilul Khairi, S.Sos., M.Si dalam Wisuda di Gedung Balairung Rudini, Minggu (26/7/2026).
Aji dari Prodi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP), Fakultas Manajemen Pemerintahan lulus dengan IPK 3,84 predikat “Dengan Pujian”.
Ia juga menyabet 3 penghargaan sekaligus:
1. Kartika Sapta Abdi Praja 1 Prodi TRIP
2. Kartika Abdi Praja Ashta Brata – Lulusan Terbaik 1 se-IPDN
3. Penghargaan Ashta Brata
“Bapak Menteri kami laporkan bahwa Aji Bayu berasal dari keluarga yang sederhana dan dari orang tua yang bekerja sehari-hari sebagai pekerja buruh bangunan,” ujar Rektor Halilul.
Total IPDN mewisuda 1.404 mahasiswa: 45 Doktor, 73 Magister, 1.204 Sarjana Terapan, dan 82 Profesi Kepamongprajaan.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Ke Pamong Praja IPDN: Saudara adalah Pelayan Rakyat, Indonesia Menanti Pengabdianmu
Sebelum pelantikan, Mendagri Tito Karnavian sudah lebih dulu memanggil Aji saat pembekalan 22 Juli 2026.
Tito membandingkan dirinya lulusan terbaik Akpol 1987 dari 200 taruna, dengan Aji yang terbaik dari 1.204 praja.
“Asli mana?” tanya Tito.
“Siap, NTT, Soe,” jawab Aji.
Tito lalu menguji wawasan Aji soal Fulan Fehan di Belu – “surga di atas awan” yang baru dikunjungi Mendagri. Aji menjawab lancar.
Dialog paling menyentuh saat Tito bertanya latar belakang.
“Orang tuamu apa kerjanya?”
“Siap, bapak buruh bangunan, ibu rumah tangga, Pak,” jawab Aji, anak pertama dari 2 bersaudara.
“Bayar berapa masuk IPDN?”
“Siap, tidak bayar, Pak,” tegas Aji.
Mendagri pun bertepuk tangan: “Ini contoh. Orang tuanya buruh. Berarti rekrutmennya benar, belajarnya benar, sekolahnya juga benar”.
Di balik panggung pelantikan, Winoto Hadi (50), sang ayah buruh bangunan, tak kuasa menahan haru.
“Kami merasa bangga karena dengan segala macam keterbatasan yang kami punya, bisa mengantar anak kami sampai di titik ini,” ujarnya.
Winoto bercerita Aji dididik disiplin sejak kecil. Aktif Pramuka, lomba, dan olahraga.
Pesan yang selalu dititipkan ke Aji: “Tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah”.
Kini Winoto berharap Aji bisa kuliah ke luar negeri. “Semoga diberikan kemudahan untuk mencapai apa yang diinginkan,” harapnya.
Aji sendiri mengaku kunci suksesnya adalah konsistensi.
“Kita tidak perlu menggembleng full, tapi cukup maksimalkan poin-poin tertentu dan lakukan tiap hari,” katanya.
“Semua pencapaian ini berkat doa orang tua,” imbuhnya.
Usai dilantik, Aji menegaskan siap mengabdi. Ia bahkan sudah membuat 3 sistem berbasis teknologi untuk membantu pelayanan publik.
“Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Aji juga berpesan untuk generasi muda 3T:
“Jangan minder. Raih cita-cita dengan kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar. Keterbatasan ekonomi bukan penghalang”.
BACA JUGA:
Sulap Sampah Kulit Pisang MBG Jadi Es Krim Antarkan SMP IL Kapten Fatubaa Dari Perbatasan Atambua ke Bangkok Juara Asia!
Dalam amanat pelantikan, Presiden Prabowo menyebut Aji sebagai bukti sistem meritokrasi berjalan.
“Lulusan terbaik dari keluarga sederhana,” ucap Presiden.
Bagi Aji, dilantik langsung Presiden adalah kehormatan.
“Ini penghargaan dan kehormatan mendapatkan amanah dan doa langsung dari pimpinan tertinggi. Semoga kami tetap semangat jadi pamong praja yang baik,” pungkasnya.***
