NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Buka Suara Soal Mahasiswa Geruduk Diskusi di UGM

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 16 Juni, 2026 by NKRIPOST

Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid

NKRIPOST JAKARTA – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk mahasiswa. Nusron menjelaskan dirinya datang bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dan Wamentan Sudaryono untuk berdialog langsung dengan sivitas akademika.

“Kami datang ada panitianya baik-baik, ada surat izin lengkap dari rektorat. Kita siap datang ke situ untuk berdialog dengan siapa saja, dengan sivitas akademika, dengan topik apa pun, karena kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri, untuk memang siap untuk di-bully, siap dicaci maki di hadapan siapa pun, karena itulah konsekuensi daripada jabatan,” kata Nusron dalam unggahan di akun Instagram pribadinya dilihat, Selasa (16/6/2026). Nusron mengizinkan pernyataannya tentang diskusi di UGM dikutip dari unggahannya di Instagram.

Nusron mengatakan acara diskusi itu berjalan dengan baik sampai ada sejumlah orang yang, menurutnya, tidak siap melakukan dialog. Dia menyesalkan adanya kejadian itu.

“Tapi rupa-rupanya pada malam hari ini, takdir berkata lain. Ada sekelompok orang yang a-demokratis, yang ternyata tidak siap berdialog, tidak siap berdemokrasi dan tidak siap untuk menerima dialog pemikiran, yang mengedepankan memaksakan kehendak dan mengedepankan kekerasan, karena itu kami sangat sayangkan,” kata Nusron.

“Forum yang harusnya dialog baik sebagaimana di kampus-kampus yang lain. Tidak ada motivasi untuk mengebiri, tapi kita justru siap dikritik. Kalau memang ada yang salah kita siap mengoreksi, kalau ada masukan kita akan tindak lanjuti. Tapi ternyata digagalkan oleh sekelompok orang itu,” sambungnya.

Nusron lantas menyerukan semua pihak dapat menciptakan ruang debat yang baik dalam menerapkan demokrasi. Dia pun menegaskan siap untuk terus hadir dalam dialog-dialog serupa ke depannya.

“Saya kira, mari kita tegakkan demokrasi dengan cara yang yang berkeadaban atau civilize. Karena itu ruang diskusi dan ruang untuk berdebat di berbagai forum apa pun tidak boleh ditutup dan dan tidak boleh monolog dengan menciptakan opini tunggal dari kelompok-kelompok tertentu saja. Kami siap melayani berbagai undangan-undangan, kalau ada untuk adu data dan argumentasi. Tapi malam ini sungguh kami sesalkan tapi kami tidak menyesal,” ujarnya.

BACA JUGA:

Mahasiswa Geruduk Diskusi di UGM, Wamentan Sudaryono Buka Suara: Ada Yang Berusaha Pukul Saya

Alasan Mahasiswa Geruduk

Diketahui, ramai mahasiswa menggeruduk acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (15/6) malam. Peristiwa itu juga sempat diwarnai aksi kejar-kejaran.

Adapun aksi itu dilakukan saat forum yang dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tengah berlangsung.

Mulanya, acara diskusi berjalan lancar. Namun, tak berselang lama, sejumlah mahasiswa naik ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan terhadap para pembicara.

Situasi memanas hingga diskusi dihentikan dan terjadi pelemparan gelas plastik. Ketiga pejabat kemudian dievakuasi, namun ratusan mahasiswa menghadang mereka di luar GIK UGM.

Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berdialog dengan massa, tetapi pembicaraan kembali buntu. Saat keduanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

Salah satu perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah. Mereka menilai selama pemerintah menganggap kritik sebagai gangguan, maka para pejabat tidak layak berbicara Pancasila.

“Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat, program MBG, Kopdes Merah Putih, dan banyak hal yang sekarang terjadi,” kata Mesa dilansir detikJogja, Selasa (16/6)***Detik

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved