TNI Kerahkan Hercules, KRI dan Ribuan Personel Bantu Penanganan Gempa NTT
Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – TNI mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WITA.
Selain personel di lapangan, TNI juga mengerahkan alutsista berupa pesawat Hercules C-130 dan Kapal Perang RI / KRI untuk mempercepat distribusi bantuan, evakuasi, dan mobilisasi logistik ke wilayah terdampak.
Sejak beberapa jam setelah gempa, jajaran TNI di wilayah langsung bergerak cepat.
Personel yang dikerahkan berasal dari:
1. Kodim 1603/Sikka
2. Kodim 1612/Manggarai
3. Kodim 1602/Ende
4. Yonif Teritorial Pembangunan Yon TP 834/Wira Manuntung
5. Lanal Maumere
Tugas utama di lapangan meliputi evakuasi korban, pendirian tenda pengungsian, pembuatan dapur lapangan, pengamanan, dan penyaluran bantuan.
Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, personel TNI bersama Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tertimpa reruntuhan. Di Nagekeo dan Manggarai, TNI membantu warga yang melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan TNI menyiapkan kekuatan tambahan dari pusat.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Kapuspen TNI, Sabtu (15/8/2026).
Pesawat Hercules disiapkan untuk mengangkut logistik, obat-obatan, tenda, dan tenaga medis dari Jakarta dan Surabaya menuju Kupang dan Maumere.
Sementara KRI akan digunakan untuk jalur laut guna menyalurkan bantuan ke pulau-pulau kecil dan daerah yang akses daratnya terputus.
TNI menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu. Saat ini TNI terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, Kemenkes, dan instansi terkait.
“Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak,” kata Mayjen Nas.
Selain itu, TNI juga membuka posko kesehatan lapangan dan mengerahkan tim medis untuk membantu RSUD yang merawat korban.
BACA JUGA:
BMKG: Jangan Buru-buru Masuk Rumah Rusak, Gempa Susulan M7,7 NTT Bisa Bertahan Berminggu-minggu
Konteks Bencana
Gempa M7,7 tersebut menewaskan 5 orang dan menyebabkan kerusakan di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Barat. BNPB mencatat 2.000 warga mengungsi dan sejumlah infrastruktur rusak, termasuk jalan dan listrik padam.
BMKG mencatat ada 37 gempa susulan dengan kekuatan terbesar M6,2. Peringatan dini tsunami telah dicabut pukul 07.30 WIB.
Pengerahan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) bidang penanggulangan bencana. TNI berkomitmen untuk terus berada di garis depan hingga situasi pulih.
“TNI akan terus hadir, membantu pemerintah daerah dan masyarakat sampai kondisi kembali normal,” tutup Kapuspen TNI.**
