Wanita 23 Tahun Melahirkan di Toilet Puskesmas Tambora, Bayi Ditemukan di Tong Sampah, Ini Kronologinya!
Diterbitkan Sabtu, 15 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat memberikan penjelasan terkait kasus seorang wanita yang melahirkan seorang diri di toilet Puskesmas Kecamatan Tambora dan membuang bayinya ke tong sampah pada Selasa (11/8/2026).
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, memastikan tidak ada kelalaian prosedural dalam pelayanan di puskesmas tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, korban berinisial TA (23) datang ke Puskesmas Tambora sekitar pukul 12.00 WIB untuk berobat.
“Awalnya perempuan itu datang mau berobat ke Puskesmas Tambora. Katanya mengeluh badan panas dan perut mules-mules,” ujar Sahruna di Jakarta, Jumat (15/8/2026).
Saat berada di toilet, TA diduga melahirkan seorang diri. Beberapa saat kemudian petugas cleaning service menemukan bercak darah dan jasad bayi di dalam tong sampah.
“Begitu pintu digedor-gedor, keluar seorang cewek dengan kaki berdarah. Begitu ditanya, cewek itu mengakui menggugurkan kandungannya yang diduga hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Cewek itu mengaku tak ingin diketahui kehamilannya,” jelas Sahruna.
BACA JUGA:
Polisi Pastikan Pasangan Kekasih Pelaku Buang Bayi Di Bendungan Haekrit Belum Menikah: Perempuan Berstatus Mahasiswi
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat menyebut dari keterangan sementara, TA melahirkan sendiri di kamar mandi.
“Kalau dari keterangan ibunya, dia melahirkan di kamar mandi itu. Diduga dengan secara sengaja ya. Karena ari-arinya itu tidak terputus,” kata Wahyu, Jumat (14/8/2026).
Wahyu menambahkan, saat dilahirkan bayi tersebut terjatuh ke lantai.
“Intinya setelah ngelahirin itu kan bayi jatuh ke lantai. Kemudian dia langsung buang ke tempat sampah itu. Bayinya perempuan,” ujarnya.
Temuan bayi itu bermula saat petugas kebersihan hendak membuang sampah dan merasa tong sampah berat. Setelah dibuka, ditemukan jasad bayi.
BACA JUGA:
Ayah di Batanghari Jual Bayi 8 Bulan Rp20 Juta, Usai Ditemukan Korban Kembali Diculik dari Rumah Aman
Usai dimintai keterangan, TA pingsan akibat pendarahan dan langsung dirujuk ke *RSUD Cengkareng untuk penanganan medis.
“Tanya-tanya sebentar aja itu, udah pingsan. Terus dibawa, dirujuk cepat ke Cengkareng karena mau penanganan medis kan, pendarahan,” kata Wahyu.
Hingga kini jenazah bayi masih dalam proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi juga akan meminta keterangan pihak Puskesmas Tambora dalam waktu dekat.
“Sudah ditangani aparat kepolisian Polres Jakarta Barat,” kata Sahruna.
Sahruna menegaskan kejadian ini bukan karena Puskesmas Tambora tidak memiliki ruang bersalin.
“Bukan karena tidak ada ruang bersalin. Tidak. Karena yang bersangkutan datang ingin berobat karena mengeluhkan badan panas dan mules-mules,” tambahnya.
Pihak puskesmas juga telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian begitu menemukan bayi.
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk / PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan kepada TA.
“Kalau butuh pendampingan, yang bersangkutan bisa konseling ke kita. Kami melihat dari sudut pandang perlindungan hak anak dan perempuan,” tutur Dian.
PPAPP Jakbar memiliki layanan konseling keluarga untuk memberikan pendampingan, mediasi, dan perlindungan, terutama bagi perempuan dan anak yang menghadapi masalah.
Dinkes Jakbar mengimbau masyarakat, khususnya ibu hamil, agar segera memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan dan tidak menunda penanganan saat merasakan tanda-tanda persalinan.
Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat.**
