Dari Pati Jateng ke Jakarta: AMPB Wacana Demo Besar 27 Agustus, Bikin Tenda di DPR
Diterbitkan Sabtu, 22 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Wacana demo besar pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB]) mendapat respons dari Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Bamus mengajak semua pihak menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif.
Ajakan itu disampaikan Ketua Umum Bamus Betawi, Muhammad Rifki alias Bang Eki Pitung, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Rifki mengaku telah melihat beredarnya selebaran ajakan aksi dari masyarakat Pati, Jawa Tengah.
“Kami dari Dewan Adat Bamus Betawi melihat ada selebaran flyer mengajak masyarakat Pati, Jawa Tengah, akan melakukan aksi di tanggal 27 Agustus 2026,” kata Rifki.
Bamus Betawi menegaskan tidak melarang penyampaian aspirasi.
“Kita paham yang namanya menyampaikan aspirasi, menyampaikan aksi, itu adalah kebebasan. Itu dilindungi oleh hukum. Kami dengan senang hati kalau tujuannya baik,” ujar Rifki.
Namun ia mengimbau agar massa tidak terpancing provokasi.
“Tolong jaga diri. Tahan diri masyarakat Pati jangan terpancing kelompok-kelompok yang ingin masuk ke tanah Betawi, ke Jakarta, ingin demo, ingin aksi,” imbuhnya.
Rifki menyarankan aspirasi disampaikan lewat dialog di DPR. “Kalau memang mereka datang dengan baik-baik, aksi tanpa anarkis, tanpa ada niat-niat terselubung, itu nggak ada masalah,” tegasnya.
Menurut Koordinator AMPB, Supriyono dan Teguh Istianto, massa akan bertolak dari Alun-alun Pati menuju Jakarta. Belasan orang sudah lebih dulu merapat dan membangun tenda di depan Gedung DPR sejak Jumat (21/8).
Dua tuntutan utama yang dibawa:
1. Segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor
2. Hukuman mati bagi koruptor
“Kita ke Jakarta itu dalam rangka memberikan masukan kepada DPR terkait Prolegnas. Harapan kami, undang-undang tersebut segera disahkan,” kata Teguh.
BACA JUGA:
Polda Metro Amankan 21 Orang Bawa Barang Berbahaya Diduga Bom Molotov Jelang Aksi Demo 18 Agustus 2026
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menargetkan RUU Perampasan Aset bisa disahkan sebelum Desember 2026 Komisi III juga akan menggelar RDPU 2-3 kali seminggu untuk menyerap aspirasi.
Polisi menyatakan akan mengawal ketat jalannya aksi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Roby Heri Saputra mengatakan fokus utama adalah mencegah penyusupan pihak yang ingin membuat rusuh.
“Kami lebih fokus agar kegiatan ini tidak disusupi orang-orang yang berkepentingannya mau mencoba merusak, buat rusuh, mau memprovokasi,” ujarnya.
Pengamanan dilakukan lewat patroli kewilayahan, patroli siber, dan intelijen.
Di sisi masyarakat, Camat Tanah Abang Utami dan Ketua Rumah Guyub Tanah Abang [RGT] Haji Heru juga menyatakan siap menjaga kondusivitas di Tanah Abang, Gambir, dan Menteng.
“Kita ingin Jakarta yang kondusif. Pasalnya ada ratusan bahkan ribuan orang yang mencari nafkah di Jakarta Pusat,” kata Heru.
Sebanyak 47 ormas yang tergabung dalam RGT siap membantu menjaga keamanan.
Rifki menutup dengan ajakan persatuan. “Merumuskan undang-undang itu enggak sebentar, enggak bisa dipaksakan. Ada mekanisme, ada tahapan-tahapan. Kita prasangka baik,” ujarnya.
“Jadi insyaallah Jakarta kita jaga sama-sama ya,” pungkas Rifki.**
