NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

KEJI! Anak SD Kelas 3 Disandera, Ibu Ditembak Mati di Depan Anaknya di Jila Papua

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 20 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Pasukan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya-Maybrat usai melakukan pembantaian pekerja jalan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. (Tangkapan Layar Video)

NKRIPOST TIMIKA – Duka menyelimuti Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah di hari kemerdekaan. 9 warga sipil terdiri dari anak SD, remaja putri, dan ibu hamil muda disandera dan dibawa paksa oleh kelompok bersenjata pada Senin, 17 Agustus 2026.

Dua orang ibu yang mencoba melindungi anaknya menjadi korban kekejaman. Satu tewas ditembak di tempat, satu lagi dibuang ke jurang hingga patah kaki.

Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda memastikan prajurit TNI saat ini sedang melakukan pengejaran.

“Kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini,” ujar Dandim di kutip Antara, Rabu (19/8/2026) malam.

Peristiwa bermula saat 15 orang anggota kelompok bersenjata datang ke Jila dan memaksa membawa warga.

Menurut Dandim, korban yang dipaksa dibawa adalah 9 orang perempuan. Rinciannya: 3 anak SD, 4 remaja usia 13-18 tahun, dan 1 ibu hamil muda 17 tahun.

Dua orang ibu berusaha menolak anaknya dibawa.

“Bahasa saya itu pembawaan paksa, dipaksa dibawa. Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat,” kata Jozanda.

BACA JUGA:

Kontak Senjata di Puncak Papua Tengah, 3 Anggota OPM Tewas dan 8 Senjata Diamankan TNI

Korban tewas diketahui bernama Neregingget Magai, 48 tahun. Jenazahnya langsung dikremasi sore itu juga.

Ibu lainnya, Inkolung Aim, menolak hal yang sama. Ia kemudian dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki. Saat ini masih dirawat di Puskesmas Jila.

Berikut identitas 9 warga sipil yang masih dalam penyanderaan:
1. Nemerina Wamang, 17 – Ibu hamil muda
2. Alin Mesawarol – Kelas VI SD
3. Nopi Aim – Kelas IV SD
4. Opinte Meswaro – Kelas III SD
5. Yonita Senawatme, 18
6. Meria Nibilingame, 15
7. Wena Katagame, 18
8. Ilimin Onawame, 18
9. Miante Nibilingame, 13

Dandim menyebut tindakan ini “keji dan tidak manusiawi” karena korbannya adalah anak-anak dan perempuan.

Hingga Rabu (19/8/2026) malam, TNI/Polri masih melakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah pegunungan Jila.

“Untuk kelompok ini dari mana, kami sedang melakukan investigasi. Yang jelas ini kelompok baru karena bahasanya berbeda dengan masyarakat di sana,” jelas Jozanda.

Saat ini situasi di Distrik Jila dinyatakan berangsur kondusif. Namun akses transportasi penerbangan ke Jila masih ditutup sementara demi keamanan proses evakuasi dan pengejaran.

Dandim mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved