3 Pesan Bupati Willybrodus Lay Ke Albertus Baldion Tannur Dan Pengurus Kadin Belu: Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Diterbitkan Selasa, 21 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Bupati Belu Willybrodus Lay SH menegaskan Kadin Belu harus menjadi mitra strategis pemerintah dan garda terdepan pengusaha lokal dalam menyambut rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Free Trade Zone (FTZ) di perbatasan.
Pesan itu disampaikan Willy saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Kadin Kabupaten Belu periode 2026-2031 di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Selasa 21/7/2026.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin NTT Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA yang dihadiri unsur Forkopimda Belu, Sekretaris Kadin NTT, pimpinan BUMN, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Belu, para pelaku usaha, serta tamu undangan.
Prosesi diawali pembacaan SK Kadin NTT Nomor 08/SKEP/NTT/VII/2026 tentang pengesahan Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kadin Belu masa bakti 2026-2031.
Dilanjutkan penyerahan bendera pataka Kadin dari Ketua Umum Kadin NTT kepada Ketua Kadin Belu Albertus Baldion Tannur, S.E. sebagai simbol estafet kepemimpinan.
BACA JUGA:
Bupati Belu Curhat Kesenjangan Informasi Antara Pemerintah dan Masyarakat Direspon Kopinus: Evaluasi Kadis Kominfo
3 Pesan Tegas Bupati Willy Lay untuk Kadin Belu
Dalam sambutannya, Bupati Willy menyebut pelantikan ini adalah “momentum strategis”*, bukan sekadar seremoni.
“Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi Belu yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Willy mengingatkan, posisi Belu sebagai daerah perbatasan langsung dengan Timor Leste adalah kekuatan. Apalagi dengan rencana KEK dan FTZ di Motaain dan Motamasin, Belu akan menjadi pintu gerbang perdagangan internasional.
“Namun kita harus realistis. Jika kita tidak siap, maka kita hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri. Pengusaha besar dari luar akan masuk, sementara UMKM lokal tertinggal,” tegasnya.
Karena itu Bupati menitipkan 3 pesan penting kepada pengurus Kadin Belu yang baru:
1. Jadilah mitra strategis pemerintah. Bantu menyusun kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha lokal, mempermudah perizinan, dan menciptakan iklim investasi yang sehat.
2. Kuatkan UMKM dan koperasi. Lakukan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi akses permodalan agar produk lokal Belu bisa bersaing di pasar nasional maupun Timor Leste.
3. Kawal bersama agenda KEK dan FTZ. Pastikan suara pengusaha Belu didengar dalam setiap pembahasan. Jangan sampai regulasi hanya menguntungkan investor besar tapi melupakan anak daerah.
“Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen penuh mendukung program Kadin. Mari kita bentuk Satgas Bersama untuk percepatan KEK dan FTZ. Kita duduk bersama, bukan hanya saat pelantikan, tapi setiap saat untuk membahas solusi,” kata Willy.
BACA JUGA:
Bupati Belu Willy Lay: Masyarakat Berhak Tahu Janji Kami Sudah Dikerjakan atau Belum
Ketua Kadin Belu Albertus Baldion Tannur, S.E. yang akrab disapa Baldin mengaku pembentukan kepengurusan berlangsung cepat. Ia optimistis pengurus baru bisa bekerja solid.
“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bersinergi dan bekerja sama membangun ekonomi Belu. Sebagai daerah perbatasan, kita harus mampu memanfaatkan posisi strategis ini menjadi peluang,” ujarnya.
Baldin menegaskan agenda besar Kadin Belu adalah mendorong KEK dan FTZ di Motaain dan Motamasin.
“Kalau kawasan ekonomi ini mulai berjalan, pasti akan banyak pengusaha besar dari Jakarta, Surabaya masuk. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus kompak agar pelaku usaha lokal juga memperoleh manfaat,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto menegaskan komitmen mengawal percepatan FTZ di NTT.
“Sejak dua tahun lalu Kadin NTT telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Free Trade Zone yang dipimpin Christopher Samara. Ini bentuk keseriusan dunia usaha mengawal program tersebut,” ungkapnya.
Bobby mengingatkan, keberadaan KEK dan FTZ harus dibarengi kesiapan SDM, infrastruktur, dan daya saing UMKM agar pelaku usaha lokal tidak tergilas persaingan.
Dengan kepengurusan baru, Kadin Belu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan rumah besar para pengusaha yang mengutamakan kepentingan daerah. ***
