Kadernya Diduga Jadi Penyebab Kasus Tewasnya Dokter Icha, Golkar dan PKB Angkat Bicara!
Diterbitkan Minggu, 28 Juni, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Partai Golkar dan PKB menanggapi kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha di Timor Tengah Utara (TTU) yang dikaitkan dengan dua anggota DPRD, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani
Kedua partai tersebut mengatakan akan mendalami kasus itu dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Pesan kami ke semua pejabat publik khususnya yang dari Golkar ‘ojo dumeh’. Jangan mentang-mentang punya jabatan berperilaku yang tidak pantas termasuk mengintimidasi orang yang posisinya di bawah,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).
Sarmuji mengatakan anggota DPRD Golkar Therensius akan dipanggil oleh DPD Provinsi partai. Pihaknya akan menertibkan anggota jika ditemukan pelanggaran.
“Terhadap anggota DPRD yang berperilaku buruk kami minta DPD Provinsi untuk panggil dan menertibkan. Untuk kasus ini akan kami minta DPD Provinsi mendalami,” katanya.
BACA JUGA:
Dokter Icha Ditemukan Tewas Gantung Diri Diduga Depresi Akibat Intimidasi 3 Anggota DPRD TTU, Ini Kata Kapolres AKBP Eliana
Selain itu, Waketum PKB Jazilul Fawaid menanggapi anggota DPRD PKB Norbertus Tubani yang dikaitkan dengan kematian dokter Icha. Pihaknya akan menindak tegas kader yang melanggar hukum.
“Saya belum mendapatkan laporan dan tidak tahu persis kejadiannya, namun bila ada kader PKB yang melanggar hukum, etika dan kekacauan pasti akan kami tindak tegas,” kata Jazilul.
Jazilul juga menyikapi Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, yang menyinggung anggota DPRD kerap membuat kekacauan akibat pengaruh alkohol saat reses. Yosep menyebut kasus dokter Icha membuka tabir dari kelakuan anggota DPRD terkait.
“Tidak ada toleransi bagi anggota yang mencoreng nama baik partai,” ujar Jazilul.
Ia menyebut partai bisa saja melakukan teguran, peringatan keras bahkan pemecatan terhadap anggota terkait. Pihaknya menunggu bukti yang kuat dalam kasus kematian dokter Icha.
“Tindakan itu mulai dari teguran, peringatan bahkan pemecatan bila ada laporan dan bukti yang meyakinkan,” ucapnya.
Sebelumnya Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep buka suara terkait kasus kematian dokter Icha. Ia menyinggung adanya anggota DPRD TTU yang kerap membuat kekacauan akibat pengaruh alkohol saat reses.
“Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat,” ujar Yosep, dilansir detikBali, Minggu (28/6/2026).
“Oknum yang sering ketika melakukan reses, baik sebelum maupun sesudah reses, itu melakukan kekacauan oleh karena pengaruh alkohol,” sambungnya.
BACA JUGA:
Astaga!! Pria Di Kolaka Sultra Tega Perkosa Balita 3 Tahun Hingga Tewas Gegara Nonton Video Porno
Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M memastikan pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan polisi untuk menindaklanjuti informasi yang beredar tentang dugaan penyebab kematian dr Icha.
“Kami dari Polres Timor Tengah Utara, berdasarkan informasi dan berita yang viral di media maupun di media sosial, kami telah melakukan tindakan – tindakan kepolisian antara lain mengambil keterangan dari teman-teman dr Icha yang pada saat kejadian itu ada di lokasi. ” Ujar Kapolres AKBP Eliana Papote.
“Memang dari pihak keluarga belum melakukan laporan secara. ” Lanjutnya.
Lebih lanjut AKBP Emilia menyebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan rumah sakit yang sempat merawat dr Icha untuk mengetahui persis rekam medis.
“Selanjutnya kami akan meminta rekam medis dari dr Icha selama di rawat di RS Leona dan berkoordinasi dengan RS dr Ben Mboy terkait hasil psikologi.” Ucapnya.
Pihaknya juga memastikan akan melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan akan meminta klarifikasi dari anggota DPRD TTU Norbertus Tubani, Therensius Lazakar dan Veronika Lake.
“Kemudian untuk berikutnya kami akan segera meminta klarifikasi dari anggota – anggota Dewan tersebut dan kami melaksanakan koordinasi dengan ketua Dewan agar segera menindaklanjuti laporan pengaduan yang sudah di sampaikan kepada badan kehormatan Dewan.” Pungkas Emilia.
Disamping melakukan kegiatan penyelidikan, Kapolres TTU juga memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan ahli Pidana dan psikolog.
“Kami juga berkoordinasi dengan Ahli Pidana dan ahli psikologi tentang apakah kejadian ini terdapat unsur Pidana atau tidak.” Tandasnya.***
