BEM STISIP Sorot Festival Fulan Fehan: Bupati Belu Dinilai Hamburkan Uang Rakyat untuk Panggung Seremoni, Abaikan Kebutuhan Masyarakat
Diterbitkan Jumat, 26 Juni, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, ATAMBUA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, menilai Bupati Belu willybrodus Lay SH. gagal membaca kebutuhan dasar masyarakat kabupaten Belu, Menurutnya, di tengah efesiensi anggaran dan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat, pemerintah justru menghabiskan uang daerah untuk kegiatan-kegiatan seremonial yang minim manfaat.
“Bupati Belu seolah lebih sibuk membangun panggung hiburan daripada membangun kesejahteraan rakyat. Anggaran daerah digunakan untuk kegiatan yang ramai di permukaan, tetapi tidak memberikan jawaban atas persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setiap hari.” Ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, Jumat (26/6).
Melfridus menyoroti pelaksanaan festival di fulan fehan dan berbagai kegiatan seremonial yang dianggap tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Belu yang masih bergelut dengan persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.
“Rakyat tidak bisa makan dari seremoni. Rakyat tidak bisa berobat dengan festival. Rakyat tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan panggung hiburan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kegiatan yang hanya menghasilkan tepuk tangan sesaat. yang lebih memprihatinkan adalah ketika pemerintah terus berbicara tentang pembangunan, sementara banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terselesaikan.” Ujar Melfridus.
BACA JUGA:
Luar Biasa Al Disney Gambarkan Kota Atambua, Hasilnya Sangat Menakjubkan!
Ia menilai kebijakan semacam ini menunjukkan lemahnya kemampuan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.
Jangan sampai uang rakyat dihabiskan untuk memenuhi ambisi pencitraan, sementara rakyat dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kesulitan hidup. Pemerintah harus sadar bahwa jabatan bukan panggung pertunjukan, melainkan amanah untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
BEM STISIP Fajar Timur Atambua mendesak DPRD Kabupaten Belu untuk mengevaluasi penggunaan anggaran daerah agar tidak terus diarahkan pada program-program yang jauh dari kebutuhan masyarakat.
“Jika pemerintah lebih memilih membangun seremoni daripada membangun kesejahteraan rakyat, maka kritik publik akan terus bermunculan. Sebab rakyat membutuhkan bukti kerja, bukan pertunjukan yang menghabiskan uang daerah. ” Tuturnya.*** (Lau Kaza)
