NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Ketua DPRD Belu Febby DJuang Minta Maaf Atas Kelalaian Saat Terima Aspirasi BEM STISIP Fajar Timur Dan GMNI

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 10 Mei, 2026 by NKRIPOST

Ketua DPRD Belu Febby DJuang Minta Maaf Atas Kelalaian Saat Terima Aspirasi BEM STISIP Fajar Timur Dan GMNI

NKRIPOST, ATAMBUA – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Belu nilai DPRD Belu tidak mampu mengatasi keluhan masyarakat. Pihaknya menilai keluhan dan usulan baik dari mahasiswa ataupun masyarakat selalu tidak ada solusi yang baik.

Seharunya DPRD Belu harus menerima aspirasi masyarakat dan mahasiswa sangat penting dan perlu di tindaklanjuti karena DPRD Belu merupakan lembaga legislatif sebagai jembatan bagi masyarakat.

Saat di wawancarai oleh tim media Nkripost.co Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Fridus Kali sesalkan atas kelalaian oknum DPRD Belu yang sikapnya kurang baik saat kedatangan perwakilan mahasiswa. Kehadiran mereka demi kepentingan masyarakat umum terkait masalah infrastruktur, masalah air, masalah upah buruh, masalah pendidikan. Dari sini kualitas mereka sangat di uji.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan usulan kepada DPRD, akan tetapi tidak ada realisasinya. Mereka sepertinya tidak peduli dengan masalah yang masyarakat hadapi,” ungkap Fridus Mali Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Minggu, (10/5/2026).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, DPRD Belu seharunya menjadi wakil rakyat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat justru dinilai tidak mampu serap aspirasi masyarakat. Rakyat merasa tidak dilayani dengan baik.

“DPRD seharunya menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Jika DPRD tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, maka pembangunan daerah akan terlambat dan kesejahteraan akan terancam,” ujarnya.

Dirinya mendesak agar DPRD Belu segera berbenah diri dan meningkatkan kualitas kinerja. Anggota DPRD harus lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lebih transparan dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap agar DPRD bisa menjadi wakil rakyat yang pro terhadap rakyatnya sendiri, bukan untuk kesejahteraan pribadi karena sejumlah anggota DPRD Belu kurang lebih 30 orang ini sama sekali tidak ada yang berani membuka suara di posisi orang kecil, mereka justru saling mendukung untuk menyembunyikan.

Terbukti tanggal (5/5/2026), kedatangan sejumlah mahasiswa untuk sampaikan aspirasi tetapi mereka saling sembunyi. Aksi waktu itu kami tanya Ketua DPRD posisi dimana, tanya itu tujuannya untuk merespon tuntutan kami, kami tidak pernah tanya untuk melakukan kejahatan apalagi arogan itu tidak akan terjadi malah Ibu Walde Berek wakil ketua ll ini bilang ketua DPRD Febby Djuang ada di luar kantor, ketika kami masuk ketua ada santai di dalam sambil meloi (mengintip) kami aksi,” urainya.

BACA JUGA:

GMNI Belu Ancam Demo, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyelundupan Pupuk Subsidi ke Timor Leste

Terpisah Ketua DPRD Belu Theodorus Febby Djuang saat di konfirmasi awal media membenarkan adanya persoalan itu, dirinya menjelaskan sesungguhnya bukan kesalahan dirinya melainkan mis komunikasi antara sesama anggota DPRD BEM STISIP Fajar Timur Atambua dan GMNI Belu.

“Itu hanya salah paham, mis komunikasi. Sebagai Ketua atas nama lembaga minta maaf apabila ada hal yang menyinggung,” pinta Febby Djuang, Minggu (10/5).

Ketua DPRD Belu Febby Djuang berharap pihaknya bersama mahasiswa dan masyarakat perlu jaga komunikasi yang lebih baik lagi. “Kedepan kita saling menjaga etika komunikasi yang lebih baik,” harapnya sambil menutup wawancara. (Lau Kaza).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved