Presiden Prabowo Buka Peluang Akui Israel Jika Palestina Merdeka Direspon PDIP
Diterbitkan Minggu, 1 Juni, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Ketua DPP PDIP Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berwacana membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika menghentikan penjajahan terhadap Palestina.
Djarot meminta pemerintah tak gegabah mengakui Israel dengan memberi syarat jika Palestina merdeka.
“Kalau kita itu selalu berjuang untuk kemerdekaan Palestina, dan sekarang Palestina masih terjajah, maka Palestina harus merdeka terlebih dahulu. Untuk kita misalnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel, jangan terlalu buru-buru, ya,” kata Djarot kepada wartawan, Minggu, 1 Juni.
Djarot menegaskan, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.
Sehingga, pemerintah diminta tak mengambil wacana mengakui Israel selama Palestina masih terjajah dan serangan genosida di Gaza masih terjadi.
“Sehingga kalau kita menjadikan hubungan diplomatik nanti dulu, sepanjang masih Palestina menjadi bangsa terjajah. Tidak bisa. Karena itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar,” tegas Djarot.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina saat menyampaikan pernyataan bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 28 Mei.
BACA JUGA:
Prabowo Subianto Tegaskan Pemerintahan Jokowi Bak Neo Orba dalam Memori Hari Ini, 31 Mei 2019
Solusi dua negara (two state solution) didukung oleh Indonesia untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel.
“Di berbagai tempat, di berbagai forum, saya sampaikan sikap Indonesia bahwa Indonesia memandang hanya penyelesaian two state solution,” kata Prabowo.
“Kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan mencapai perdamaian yang benar,” tambahnya.
Selain itu, Kepala Negara juga menyatakan Indonesia dan Prancis mendukung Palestina merdeka dan mendesak militer Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di Gaza.
“Salah satu hal yang sangat penting dalam pembahasan saya dengan Presiden Macron, apa yang disampaikan Presiden Macron tentang kehendak Prancis untuk mendorong penyelesaian damai masalah Palestina,” urainya .***(voi)
