Oesman Sapta Odang Buka Rakornas Hanura, Ini Pesannya!
Diterbitkan Rabu, 21 Mei, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) meminta jajarannya mulai mempersiapkan kemenangan partai di Pemilu 2029.
Khususnya kepada para pengurus dan departemen yang baru, OSO meminta bergerak lebih cepat dan bekerja cerdas. Diingatkan, nyawa dari organisasi adalah Pengurus Departemen Partai Hanura yang membawahi Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga ranting.
“Pengurus departemen harus menggerakkan seluruh kekuatan dengan total footbal. Ini bukan acara partai biasa.
Tapi kita sedang menyalakan api konsolidasi besar, yang akan membakar semangat juang bagi jalan panjang menuju kemenangan Partai Hanura di Pemilu 2029,” tegas OSO.
Hal tersebut diungkapkan OSO saat Pengukuhan Pengurus Departemen 2024-2029, dan Pembukaan Rakornas I DPP Partai Hanura, Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Di depan ratusan pengurus departemen yang baru, OSO memberi sejumlah pesan dan saran sembari membakar semangat pasukannta. Dia mengingatkan jajarannya profesional dan bekerja dengan standar tinggi. Salah satunya adalah dengan membatasi bicara, dan memperbanyak bekerja. “Saya tidak pernah banyak bicara,” ujar mantan Ketua DPD RI ini disambut tepuk tangan hadirin.
Berikutnya, ingat OSO, kader Hanura, khususnya yang mendapat posisi penting di struktur organisasi, wajib konsisten menjaga idelaisme. Ditegaskan, tujuan perjuangan politik Hanura bukanlah kekuasaan. Kekuassan hanya alat memperjuangkan nilai bagi rakyat.
Dia mewanti-wanti, para pengurus kudu berpikir progresif, bertindak revolusioner. Jangan jadi pengurus jika tak punya ide besar dan terobosan. “Para pendiri Hanura adalah para petarung yang punya ide dan terobosan. Kita harus meneruskan ini,” pesan OSO yang hadir memakai jaket kebesaran Hanura berwarna oranye ini.
Politisi asal Kalimantan Barat ini juga meminta pengurus menjaga soliditas dan loyalitas. Jangan hanya hadir saat rapat, tetapi setelahnya tidak tahu mau apa dan ke mana. Hindari friksi dan faksionalisasi di internal, satu komando dan satu visi. Diingatkan, Hanura tidak sedang berlomba untuk individu, melainkan tengah berjuang untuk rakyat Indonesia.
Terkait agenda Rakornas I, OSO menyebut, ini momentum menghadapi Musyawarah Daerah (Musda), Musyawarah Cabang (Muscan) dan Pembentukan Pengurus Anak Cabang Partai Hanura yang harus selesai di Tahun 2025 dan Pembentukan Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting yang harus selesai di Tahun 2026.
Ditekankan, penguatan Kelembagaan Partai melalui berbagai agenda itu, bukan ajang kompromi politik apalagi ditransaksikan. “Tapi ini adalah seleksi kepemimpinan ideologis. Jangan ada transkasi untuk mengangkat seseorang. Ini saya haramkan,” tegasnya.
Dari berbagai agenda itu, lanjut OSO, Hanura butuh pemimpin partai yang tidak hanya punya nama, tapi punya nyali, visi, dan dedikasi. Yang tidak hanya pandai bicara, tapi punya pengaruh kuat dan punya mental juara. Yang tidak hanya pandai bergaya, tapi punya semangat juang turun ke bawah dan menyalakan harapan rakyat. “Bukan pemimpin mental kucing yang dikit-dikit ngeluh,” ujarnya disambut pekik kader.
BACA JUGA:
Pelantikan 17 PAC dan DPC Partai Hanura Kabupaten Bungo, Begini kata Ketua DPD H. M. Yusuf
Ditegaskan OSO, Hanura tak akan besar jika hanya bertumpu pada pusat. Hanura berkibar jika setiap daerah bangkit, bergerak, dan berjuang. Partai ini juga tidak akan kuat jika hanya memiliki pengurus yang hanya mengandalkan raga, tapi tidak memiliki jiwa yang siap diserahkan untuk kepentingan partai, bangsa, dan negara.
“Bangun struktur, rebut hati rakyat, siapkan barisan dan pasukan tempur. Partai kita bukan pelengkap demokrasi, bukan pemain cadangan apalagi pajangan.
Partai Hanura harus dibangun untuk dihitung, dihormati dan disegani setiap lawan, dan dicatatkan dalam sejarah untuk menjadi pemenang,” pekik OSO kembali membangkitkan semangat.
Jika struktur partai sudah dibentuk hingga akar rumput, dia yakin, Hanura tidak akan dilihat sebagai partai biasa. Melainkan sebagai perwujudan kekuatan rakyat yang terorganisir. OSO kembali menegaskan, Partai Hanura tidak boleh hadir sebagai barisan yang longgar, rapuh, dan tercerai. Hanura wajib hadir sebagai satu tubuh, satu jiwa, satu komando dari pusat hingga ke akar rumput.
Dia ingin semua kader harus menjadi prajurit tempur politik. Bukan pasukan seremonial, bukan tim hore di setiap kegiatan. Tapi pasukan tahan uji, sanggup menghadapi badai, dan tak gentar melawan arus.
“Mari bangun partai ini sebagai kekuatan revolusioner, sebagai mesin politik rakyat yang tak bisa dihentikan apalagi dimatikan.
Berjuang untuk kemenangan Partai Hanura, untuk berdayanya daerah dan berjuang untuk sejahteranya rakyat Indonesia,” tegas OSO memungkasi orasinya.
OSO, bersama jajaran pengurus DPP, secara simbolis memukul gong, tanda Pengukuhan Pengurus Departemen 2024-2029, dan Pembukaan Rakornas I DPP Partai Hanura resmi dibuka.
Sekjen Partai Hanura Benny Rhamdani membacakan susunan Pengurus Departemen periode 2024-2029. Di antaranya, Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan yang diketuai Haris Suhud, Departemen Ideologi dan Politik dipimpin Ira Rahmawati, Departemen Pendidikan dan Agama diketuai KH. Mustofa, Departemen Milenial, Pemuda, Olahraga dan Seni dengan ketua Martinus Suwardi Mantro, dan sejumlah departemen lainnya.***
