Kehidupan Putri Bungsu Soekarno Ayu Gembirowati Berbeda Dengan Megawati Yang Jauh Terkesan Mewah
Diterbitkan Senin, 16 Oktober, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, JAKARTA – Ayu Gembirowati atau yang mempunyai nama Dhewi Ayhai Woelandari merupakan putri bungsu Soekarno dari pernikahannya dengan Haryati.
Ayu Gembirowati tak seperti saudara-saudaranya, Megawati Soekarnoputri atau Guruh Soekarnoputra yang banyak dikenal publik sebagai anak Soekarno.
Usai muncul kehadapan publik, Ayu Gembirowati menjadi sorotan dan muncul pertanyaan siapakah dia sebenarnya?
Berikut ini kehidupan Ayu Gembirowati yang jauh dari kesan mewah, dilansir dari Youtube Polemik pada Senin, 16 Oktober 2023.
Dhewi Ayhai Woelandari atau Ayu Gembirowati memperkenalkan dirinya sebagai putri bungsu dari Presiden RI pertama Insinyur Soekarno.
Presiden Soekarno menikahi seorang gadis bernama Haryati pada 21 Mei 1963 dan menjadi istri ke-6. Saat itu usia Haryati masih 23 tahun. Sama seperti sang anak, Haryati juga tak banyak diekspos, namun ibunda Ayu Gembirowati itu bukan orang sembarangan.
Haryati adalah putri bungsu dari tujuh bersaudara Raden Pangeran Kusumo Yudo, Bupati Ponorogo periode 1916 sampai 1926 dan trah Kesultanan Hamengkubuwono.
Wanita kelahiran 24 Agustus 1940 ini juga bekerja sebagai sekretaris negara bidang kesenian asal Jawa Timur yang sekaligus seorang mantan penari di Istana Tampaksiring Bali Kisah cinta mereka seperti Romeo dan Juliet keduanya kerap bertukar surat cinta dalam bahasa Jawa.
BACA JUGA:
Meutia Hatta Bongkar Hubungan Sang Ayah Dengan Soekarno, Ternyata Kedua Pernah Berkonflik
Saat itu, Haryati masih menjadi kekasih orang, tapi dirinya memilih Soekarno untuk menjadi suaminya dan dikaruniai seorang putri. Sayangnya, pernikahan mereka tak berlangsung lama dan hanya berjalan 3 tahun saja.
Soekarno dan Haryati memutuskan untuk berpisah dengan alasan ketidak cocokan di antara keduanya. Saat ramai terkait pernikahannya dengan Haryati, Soekarno juga dekat dengan Ratna Sari Dewi.
Kontroversi lain pun mencuat, jika presiden pertama RI itu enggan mengakui Haryati sebagai mantan istrinya.
Berbeda dengan saudaranya seperti Megawati yang sudah menjajaki dunia politik sejak tahun 1986, Ayu Gembirowati lebih memilih fokus berkarir dan mengabdi untuk kesejahteraan Veteran. Alasannya, Ayu Gembirowati belum mendapat izin dari kedua orang tuanya saat masih muda untuk berhadapan dengan media dan publik. Kini dirinya menjabat sebagai ketua Dewan Penasehat Yayasan Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Tak hanya itu, Ayu Gembirowati juga menjadi pemegang kuasa manajemen perencanaan dan pengelolaan keuangan atau Treasure bank untuk kesejahteraan Legion Veteran Republik Indonesia.
Baginya tugas untuk mengurusi Legion Veteran adalah bentuk pengabdiannya. Ia harus bersiap menanggung tugas untuk berjuang meneruskan cita-cita perintis pejuang kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, bekerja di kantor Veteran juga membuat Ayu siap menampung aspirasi perjuangan generasi muda. Dalam menjalankan misinya, putri bungsu Presiden Soekarno ini juga membagikan dana obligasi negara tahun 1959 ke sejumlah pihak, antara lain ke Veteran RI melalui LVRI berjumlah Rp44,4 triliun dan dana kepada raja-raja lembaga adat 129 kerajaan se-Nusantara sebesar Rp93,24 triliun.

Diketahui, Presiden Soekarno memberikan langsung hak untuk mengelola aset warisan dan obligasi bernilai ratusan triliun ke Putri bungsunya itu Meski menjadi pemegang aset warisan sang ayah, tapi Ayu Gembirowati tampaknya tidak ingin membuat sang ayah kecewa.
Ia tak sama sekali punya keinginan untuk memakai dana obligasi itu untuk dirinya sendiri. Tampak dari caranya berpenampilan Ayu sangat jauh dari kesan anak pejabat, dirinya tampil sederhana di berbagai kesempatan. Ayu juga mewarisi ketegasan sang ayah saat bekerja. Ia tidak ragu untuk memberikan hukuman kepada pihak-pihak yang berani menyelewengkan dana obligasi itu.
Sebagai seorang yang dekat dengan perjuangan sang ayah Ayu mengakui bahwa Indonesia hanya merdeka selama 21 tahun saja.
Dilihat pada buku Supersemar miliknya, Ayu mengaku bahwa Indonesia sebenarnya hanya benar-benar merdeka di tahun 1945 sampai 1966 saja, karena setelah 21 tahun ekonomi Indonesia menjadi anjlok.
Selain tak punya kesan mewah dan kaya raya, Ayu Gembirowati juga sangat jauh dari kontroversi, berbeda dengan saudara-saudaranya. *
