3O Orang Peserta Forum Puspa PGK Ikuti Kegiatan Pencegahan KTP, KTA, Dan TPPO Di Pemkot PGK
Diterbitkan Kamis, 28 Juli, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, BANGKA BELITUNG – Sebanyak 30 orang peserta yang mana terdiri dari 22 peserta dari Forum Puspa Beribu Senyuman Kota Pangkalpinang dan 8 peserta merupakan Satgas PPA se-Kota Pangkalpinang mengikuti Kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), dan Tindak Pidana Pencegahan Perdagaan Orang (TPPO).
Kegiatan yang di laksanakan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, bertempat di ruang rapat Bappeda Litbang Kota Pangkalpinang, pukul 08.30 Wib hingga selesai.
Dalam kesempatan kali ini juga dihadiri secara langsung oleh Kepengurusan Puspa Kota Pangkalpinang, baik Ketua Puspa PGK Sekretaris, dan Bendahara Puspa PGK serta Beberapa Dosen UBB yang tergabung.
Dr. Hj. Eti Fahriaty S.Pd.I, M.pd selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang mengakui bahwa setiap kegiatan yang berjalan saat ini, pihaknya terbantu dengan adanya dana alokasi khusus (DAK) dari pusat.
“Alhamdulilah, saat ini semua kegiatan yang kita lakukan dan berjalan, terbantu dana dari pusat melalui dana DAK. Semoga kegiatan hari ini, kawan – kawan maupun pengurus Forum Puspa bisa menjalankan programnya serta gerakan puspa bisa di kenal masyarakat Kota Pangkalpinang, terutama dalam hal pencegahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yakni kekerasan pada perempuan dan anak serta perdagangan orang. Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu, dimana Pemerintah Kota Pangkalpinang menutup serta memulangkan warga lokalisasi Parit Enam dan sebelumnya juga kawasan teluk bayur”, sebut Eti mantan sang Kadis pendidikan PGK.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai pengakuan para korban (wanita-red) yang bekerja di lokalisasi Parit Enam yakni mereka di bohongi oleh janji-janji, tidak kesemuanya perihal ekonomi, serta ada juga yang merupakan profesi.
“pengakuan mereka, pembohongan janji, serta tidak semua masalah ekonoomi, dan juag profesi mereka, makanya kebanyakan mereka terjebak. Disisi lain juga telah banyak kita mendengar banyaknya terjadi perdagangan anak yakni seperti Open BO melalui medsos dikalangan anak-anak sekolah. Inilah menjadi PR kita bersama untuk mengantisipasi perihal ini agar cepat teratasi khususnya di Kota Pangkalpinang”,tutupnya. (0999)
