Pemulung Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah, Polisi Kesulitan Cari CCTV
Diterbitkan Jumat, 8 Juli, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST, JAKARTA – Aparat Kepolisian masih terus berupaya mendalami kasus seorang pemulung yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di trotoar Jalan Gatot Soebroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan, AKP Budi Laksono mengatakan hingga saat ini korban belum sadarkan diri. Oleh sebab itu, pihaknya belum meminta keterangan.
“Kita belum bisa menentukan oh ini dikeroyok karena nggak ada lihat ya sampai saat ini. Nanti perkembangan pasti dikabarin lah,” kata Budi melalui pesan singkat, Kamis, 7 Juli 2022 kemarin.
AKP Budi Laksono menyampaikan korban masih berada di Rumah Sakit (RS) Fatmawati Jakarta Selatan.
“Korbannya masih belum sadar. Nanti kalau sudah ada info pasti. Korbannya saat ini di RS Fatmawati,” Katanya.
BACA JUGA:
Mantan Danjen Kopassus Santuni Santri Pemulung di Tunas Mulia Bantar Gebang Bekasi
Temani Ayah Cuci Motor di Pinggir Kali, Remaja Ini Tewas Tenggelam
Kisah Seorang Pemulung Di Belu, PHK Pasca Pandemi
Budi menuturkan bila korban hanya mengalami luka memar pada bagian wajah. Berdasarkan saksi yang telah diperiksa, kata Budi, korban tabrak lari.
“Kalau menurut dugaan awal sih tabrak lari, tapi kan kita masih dalam penyelidikan,” katanya.
Dirinya juga menjelaskan pihaknya juga kesulitan karena tidak ada CCTV di dekat lokasi kejadian.
“Sudah disisir tapi nggak dapat CCTV,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah di trotoar Jalan Gatot Soebroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pria itu diduga korban penganiayaan yang dilakukan rekan seprofesinya, pemulung.
Ketua RW Kuningan Barat Eddy Latuheru (68) mengatakan pemulung itu ditemukan oleh driver ojek online (Ojol) pada Selasa, 5 Juli, sekiranya malam hari.
Berdasarkan keterangan driver ojol, korban sempat dihajar dengan besi oleh pelaku hingga tergeletak di jalan.
“Saat itu, sang driver sempat melihat ada pemulung lain yang sempat menghantam korban menggunakan besi. Karena saat kami cari batu coneblock di sekitar sini, nggak ada,” kata Eddy saat ditemui di lokasi, Rabu, 6 Juli.(voi)
