LKAAM Limapuluh Kota TSR Di Mesjid Istiqomah, Singgung Lunturnya Budaya Tradisional Di Era Digital
Diterbitkan Selasa, 19 April, 2022 by NKRIPOST
Tidak hanya sampai disitu, setalah rangkaian acara,sebagaimana biasanya, sholat magrib, Isha berjama’ah, kemudian dirangkai dengan Qultum, di lanjutkan temu ramah antara masyarakat, jama’ah yang hadir, dan Tim Safari LKAAM Limapuluh kota, termasuk Ketua Bundo Kanduang kecamatan Lareh Sago Halaban.
Banyak hal yang di bahas, tapi intinya sebagai mana yang di paparkan Z. Dt Rajo Suaro agar tetap melestarikan tradisi budaya kepada generasi penerus juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama pemerintah daerah kabupaten Limapuluh kota menjadikan kabupaten Limapuluh kota yang Madani
“kita masyarakat minang Kabau yang yang beradat dan bermartabat, saatnya untuk bangkit, mari kita implementasikan Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah , mari kita upayakan tali tiga sapilin, tigo tungku sajarangan, yaitu antara, adat, syara’ dan undang harus sejalan.. Syarak mangato, adat mamakai, dalam mewujudkan Limapuluh Kota menjadi kabupaten yang Madani, barlandaskan Iman dan Takwa, sebagai mana yang di canangkan oleh bapak Bupati kita, Safaruddin SH. Dt Bandaro Rajo, melalui instansi terkait, melalui Media Cetak. Media Elektronik serta Media On Line,dan lain sebagainya.
BACA JUGA:
Mengenal LKAAM 50Kota Dengan Program Dan Terobosannya Bersama Radio Harau
Pertemuan Bundo Kanduang Se Kecamatan Lareh Sago Halaban, Lestarikan Adat Budaya Minang Kabau
Sementara itu juga, Ketua Bundo Kanduang berharap kebersamaan para tokoh ada dan tokoh masyarakat untuk memprioritaskan generasi muda dari hal hal yang tidak diinginkan.
“mari kita satukan tekat, mengembalikan siriah ka gagang, Pulangkan pinang ka tampuaknyo. dengan memprioritaskan kaum muda, sebagai mana yang di sampaikan Ketua Bundo Kanduang , yaitu
“Membina Rang mudo dan Putih Bunsu di setiap nagari di kabupaten Limapuluh Kota, khususnya di nagari Sitanang, kecamatan Lareh Sago Halaban. karena di situasi terkini, sudah mulai runtuh sendi – sendi adat tersebut. dan kita bermohon kepada niniak mamak melalui ketua LKAAM Limapuluh Kota,” kata Ketua Bundo Kanduang menutup pembicaraannya. (**)
