Halal Dan Sehat, Rumah Pemotongan Hewan Modern Koto Panjang Payakumbuh Di Pertanyakan
Diterbitkan Minggu, 3 April, 2022 by NKRIPOST

NKRIpost, Payakumbuh | Pemakaian Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Modern di Koto Panjang, Payobasung, Payakumbuh Timur, yang telah dimanfaatkan Agustus 2021, oleh Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dipertanyakan.
Pasalnya, berdasarkan pengamatan aktivis Lingkungan Hidup, Edwin Saputra, SH dari WLHI ditenggarai pengoperasian RPH Modern ala Pemko Payakumbuh berpotensi tidak memenuhi persyaratan
teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian untuk menyediakan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal
(ASUH).
Untuk memenuhi standar tersebut, harus memenuhi persyaratan teknis yang meliputi fisik (bangunan dan peralatan), sumber daya manusia, serta penanganan limbah padat/ cair.
Namun RPH Modern di Koto Panjang, Payobasung, Payakumbuh Timur terkesan ” Jauh Panggang dari Api”.
BACA JUGA:
Beredar Rumor, Ada Nama Wanita di Balik Kasus Korupsi Dana Covid yang Menjerat Kadiskes Payakumbuh
Pesan Wagub Sumbar Audy Joinaldy Saat Kunjungi Kelompok Tani di Payakumbuh
Dipaparkan Edwin, “sepertinya penanganan Limbah Fasilitas pemusnahan bangkai dan/atau produk yang tidak dimanfaatkan atau disinerator harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Dibangun dekat dengan kandang isolasi.
b. Dapat memusnahkan bangkai dan/atau produk yang tidak dapat dimanfaatkan secara
efektif tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan.
c. Didesain agar mudah diawasi dan mudah dirawat serta memenuhi persyaratan Kesehatan lingkungan.
d. Sarana penanganan limbah harus memenuhi persyaratan:
a. Memiliki kapasitas dengan volume limbah yang dihasilkan.
b. Didesain agar mudah diawasi, mudah dirawat, tidak menimbulkan bau dan memenuhi
c.persyaratan kesehatan lingkungan.
d. Sesuai dengan rekomendasi upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dari dinas yang membidangi fungsi kesehatan lingkungan.
Kondisi menggenaskan amburadulnya penanganan limbah padat/ cair dari RPH Modern ala Dinas Pertanian Payakumbuh, berpotensi sebagai sumber atau sarang penyakit dan dikhawatirkan menjalar kepada warga yang bermukim dekat lokasi RPH Modern tersebut.”Ujar Edwin Saputra.

Terpisah ketika dikonfirmasi Loli Satria, Kabib Rumah Potong Hewan melalui ponselnya menjelaskan sejumlah kegiatan yang dilakukan pihaknya merubah tulang menjadi pupuk.
“Mengenai gambar diatas, kotor ternak rumen, tulang semua kita kumpulkan Bapak, karena dapat dimanfaatkan menjadi pupuk oleh petani kita, mengenai rumput tinggi biasanya dipotong untuk diberikan ke sapi oleh pemilik sapi bapak, tapi kalau sudah tinggi sekali dan sudah mengganggu nanti akan kita potong bersihkan bapak.” Jelasnya.
(Arisandi & JK)
