NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Lonjakan Kasus Covid-19 Dari Hari Ke Hari Kian Mengkhawatirkan

BAGIKAN :

NKRIPOST.CO, JEPARA – Mengubah perilaku masyarakat itu memang tidak mudah. Wajib pakai helem saat naik motor itu sudah dimulai 1983 sampai sekarang 2021 masihh banyak yang mengabaikan, padahal untuk keselamatan sendiri. Bagaimana dengan prokes, pakai masker, cuci tangan & jaga jarak. Sulit ditanamkan dalam waktu singkat seperti sekatang.

Saat perang, dimana banyak bahaya & serangan musuh, warga dengan sendiri akan sembunyi di bunker atau di tempat aman. Tidak memikirkan mau jalan, nongkrong, bisnis dll. Utamanya cari selamat. Begitu pula seharusnya saat perang dengan covid. Yang penting selamat, tidak usah ingin macem-macem dulu.

Kalau harus keluar karena butuh makan bagaimana? Ya keluarlah dari persembunyian dengan hati-hati, dibekali pelindung & senjata. itulah pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. Bukan bermodal nekad tak peduli.

BACA JUGA:

Sudah terlalu banyak saudara kita yang sakit, bahkan meninggal, Mari semua kita doakan. Begitu pula yang belum sadar & masih meremehkan covid juga didoakan segera sembuh pikirannya. Dalam menghadapi pandemi, butuh pikiran dan perilaku yang kompak, bukan racun-racun yang merusak nalar dan pemahaman.

Bertabiat mengabaikan Covid-19 dan meremehkan bahaya penularan, hingga tak peduli protokol kesehatan di saat sekarang, hanya terjadi pada orang yang enggan melihat, dan sudah kehilangan akal sehat. Orang dengan gangguan jiwa itu bebas mau bicara apa saja. Yang kacau itu orang yang percaya. Kalau dulu orang seperti itu dimintai nomer buntut SDSB. Sekarang diminta bicara covid-19 lalu dishare untuk membenarkan pikiran yang kacau.

Dalam kondisi apapun, jauhi suudzon & hasud apalagi dilakukan berjamaah. Itu penyakit hati yang merusak umat. Semoga kita selalu ditunjukkan jalan yang lurus, jalannya orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai & bukann (pula jalan) mereka yang sesat.

Jika ada orang menyebarkan “keburukan” orang lain, sebenarnya dia sedang menyebarkan dan menunjukkan keburukannya sendiri. Jika orang berbuat baik pada orang lain, maka sebenarnya dia sedang berbuat baik pada dirinya sendiri.

Walau keadaan sedang susah, mari tetap berpikir positif, agar hidup juga positif. Terus tebar kebaikan agar hidup penuh kebaikan. Hindari sumpah serapah dan menjelekkan orang lain, agar kita juga terhindar dari keburukan. Perilaku kita, akan kembali untuk diri kita sendiri.

BACA JUGA:

Optimisme dan ihtiar adalah salah satu modal keberhasilan yang harus kita miliki. Termasuk dlm melawan pandemi virua covid-19. Para pecinta negeri jangan terprovokasi & sakit hati terhadap minoritas yang selaly berisik, nyinyir, denial, nyebar keburukan, nuduh dan suka energi negatif. Biarkan saja orang frustrasi sibuk ekspresikan iri dengki & halusinasi, tidak usah diladeni.

Mari kita konsentrasi bantu ibu pertiwi yang lagi serius menghadapi pandemi. Apapun yang bisa kita lakukan, lakukanlah. Untuk meringankan beban negara. Minimal berdoa, atau tidak mengganggu dan menambahi kerjaan Nakes dan petugas lainnya.

Kita jaga bersama Tanah air Indonesia, Harus bisa sembuh dan sehat kembali. Jangan sampai situasi yang sulit ini di bikin gaduh sama orang yang tidak bertanggungjawab dan ingin Indonesia hancur. Mari kita bergandengan tangan bersatu demi Indonesia Tercinta. ***

NkriPost – Purnomo.

Diterbitkan Pada Juli 16, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami