NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Hukuman Ini Yang Jelas Pantas Untuk dokter Lois, 3 Pasal Berat!

BAGIKAN :

Nah apakah ganjaran atau jerat hukuman apa yang pantas untuk dokter Lois yang kerap bermusuhan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.

Hukuman pantas dokter Lois

dr Lois digiring ke Bareskrim Polri
dr Lois digiring ke Bareskrim Polri.

Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan, Dokter M. Nassar heran dengan pernyataan dan omongan dari perempuan yang mengaku sebagai dokter Lois.

Ujarannya soal Covid-19 itu tidak ada, tak perlu lah pakai masker sampai untuk apa tes PCR ini, menurutnya, sungguh menunjukkan dokter Lois itu memang tidak beres dan perlu memeriksakan diri ke psikater.

BACA JUGA:

Dokter Lois Owien Sebar Hoaks ‘COVID-19 Bukan Virus’ di Ciduk Polisi

Ujaran dokter Lois jelas tidak sesuai dengan norma dalam dunia kedokteran. Makanya wajahlah banyak dokter yang emosi dan marah dengan apa yang disampaikan dokter Lois.

“Pernyataan dia itu menunjukkan ada sesuatu yang tak beres, bukan cuma soal keilmuan dan pemikiran sangat mendasar, bagaimana dia mau atur IDI sesuka hati, ini tak masuk akal. Saya anjurkan keluarga dan kerabatnya bawa dia ke pemeriksaan psikiatri. Jangan-jangan memang ada gangguan kejiwaan, sebab ini tidak beres,” jelas dokter M. Nassar dalam Apa Kabar Malam tvOne, Senin 12 Juli 2021.

Dokter Nassar mengatakan banyak dokter yang sangat marah dengan apa yang disampaikan dokter Lois lho. Untuk itu, menurut dokter Nassar, dokter Lois pantas diganjar dan dijerat dengan tiga pasal berlapis.

“Dari hukum kesehatan, jelas ada tiga pasal yang bisa. Pertama pasal 77 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana,” jelas dokter Nassar.

Pasal 77 undang-undang tersebut yakni “Setiap orang yang dengan sengaja menghambat kemudahan akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun atau paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) atau denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah)”.

Selanjutnya pasal kedua yang bisa dikenakan ke dokter Lois adalah Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Ketentuan pasal 14 berisi ancaman pada siapa yang menghalangi penanggulangan wabah.

Ayat 1 “Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)”

Ayat 2 “Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)”

Selanjutnya, dokter M. Nassar mengatakan dokter Lois pantas pula dijerat dengan pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal 93 “Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)”

Ditangkap polisi

dr Lois
dr Lois. Sumber: Instagram

Setelah menyebut tak percaya Covid-19 dan menjelaskan kalau pasien Covid-19 meninggal karena interaksi antar obat yang mereka konsumsi, dr Lois ditangkap Polda Metro Jaya pada Minggu, 11 Juli 2021. Atas pernyataan tersebut, dr Lois dinilai menyebarkan berita bohong kepada masyarakat luas.

“Dokter L telah menyebarkan berita bohong dan atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri yang disiarkan melalui YouTube.

BACA JUGA:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Akan Dipanggil KPK, Simak Alasan Firli Bahuri

Selain itu, dr Lois juga diamankan pihak berwajib atas dugaan pelanggaran terkait wabah penyakit menular. Dalam jumpa pers tersebut, pihak kepolisian menyebutkan salah satu postingan dr Lois yang dinilai hoax.

“Dan atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular yang dia lakukan di beberapa platform media sosial. Di antaranya adalah postingannya, ‘korban yang selama ini meninggal karena Covid-19 bukan karena Covid-19, melainkan karena adanya interaksi antarobat dan pemberian obat dalam tata cara’,” tuturnya.

Malam ini, dr Lois keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.58 WIB. Dokter yang viral setelah hadir dalam acara yang dipandu Hotman Paris dan Melaney Ricardo tersebut digiring ke Bareskrim Polri dan langsung masuk ke mobil tanpa sepatah kata pun.(hops)

Diterbitkan Pada Juli 12, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami