SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Dua Hari Gelar Aksi, Tuntutan Warga Kobelete Akhirnya Disepakati Ketua Pengadilan Agama TTS

Aksi Warga Kobelete Di Pengadilan Agama Timor Tengah Selatan NTT

Nkripost, TTS – Warga Kobelete Kelurahan Cendana, Kota Soe NTT Yang menggelar aksi selama 2 hari terkait pembangunan di Lokasi pengadilan Agama Soe akhirnya di sepakati dan di tandatangani oleh Ketua Pengadilan Agama TTS Moh. Rivai, SHI,MH. Bersama beberapa orang tua yang telah membuat pernyataan untuk menolak pembangunan tersebut.

Hari ini selasa 8/12/2020 warga kedua kalinya mendatangi pengadilan Agama TTS untuk melakukan aksi penolakan pembangunan di lokasi pengadilan Agama Soe.

Aksi ini akhirnya menjadi tenang ketika masa mendengar kesepakatan dari ketua Pengadilan Agama Soe untuk membuat pernyataan dengan beberapa orang tua setempat. Aksi itu berujung diteken atau ditandatanganinya lima poin kesepakatan bersama antara perwakilan warga dan ketua Pengadilan Agama SoE, Moh. Rivai, SHI,MH.

Warga Kobelete Bersama Ketua Pengadilan Agama TTS dan TNI/POLRI

Berikut poin – poin yang di sepakati Kedua belah pihak antara lain ;

1.Pembangunan Gedung baru di kompleks Kantor Pengadilan Agama SoE yang semula diperuntukan untuk Mushola dibatalkan,

2.Tetap melanjutkan pembangunan tetapi diperuntukan untuk ruang serba guna bukan untuk Mushola, dan merubah bentuk bangunan yang serupa Mushola serta merobohkan moncong menara,

3.Apabila ada aktifitas ibadah di dalam gedung tersebut maka warga berhak untuk mengambil tindakan untuk menghentikan,

4.Tidak akan ada pembangunan serupa Mushola sampai kapanpun dilingkungan Kobelete sampai dengan dilaluinya semua proses aturan yang berlaku.

5.kesepakatan ini bersifat mengikat dan berlaku sampai kapanpun.

Dari pihak warga kesepakatan tersebut ditandatangani Martinus Nitbani, Hendrik Banamtuan dan Herry Labuh selaku tokoh masyarakat dan Frengky Ireng Boik sebagai tokoh pemuda dan dari pihak pengadilan ditandatangani langsung oleh Moh.Rivai,SHI,MH sebagai ketua Pengadilan Agama SoE.

Moh Rivai meminta kepada warga agar setelah kesepakatan tersebut tak ada lagi aksi lanjutan.Warga maupun pihak pengadilan diminta sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan setempat dan kantor Pengadilan Agama SoE.

“Kita jaga bersama keamanan dan ketertiban agar suasana disini kembali aman seperti biasa. Keamanan disini menjadi tanggungjawab bersama,”kata Moh Rivai.

Warga menyambut pernyataan itu dengan serentak mengatakan “siap” sambil bertepuk tangan.Usai penandatangan kesepakatan tersebut dilakukan foto bersama dan setelah itu warga kembali ke kediaman masing-masing dan aktifitas di Pengadilan Agama SoE berjalan seperti biasa.

Penandatangan kesepakatan tersebut disaksikan pihak Polres dan Kodim 1621 Timor Tengah Selatan. (Rey)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed