NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Pernyataan Jenderal Andika Perkasa Harus dipahami, Jangan Sepotong-Sepotong

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 1 April, 2022 by NKRIPOST

K.R.M.H Tommy Agung Hamidjoyo SE (Kanjeng Senopati)

NKRI POST, JATENG – HATI-HATI dalam menerima berita bila sepotong-sepotong tentang pernyataan seseorang bila dipahami salah, bisa-bisa kita menuduh Andika Perkasa (AP) seakan membiarkan celah angin untuk bangkitnya Komunis PKI, padahal statemen dia menyangkut institusi besar TNI.

Hal tersebut di sampaikan K.R.M.H Tommy Agung Hamidjoyo SE (Kanjeng Senopati) saat dihubungi awak media ini melalui telpon genggamnya Kanjeng Senopati, Jumat 1 April 2022.

Menurut kanjeng senopati tentang pernyataan panglima Jenderal Andika Perkasa arti dan maksudnya apa ?

Perlu diklarifikasi dengan pemahaman yang benar secara rinci tidak sepotong-sepotong tentang pernyataan AP tentang maksud Anak PKI Boleh Menjadi TNI?

Pernyataan Andika Perkasa (AP) tersebut selaku Panglima TNI bisa dibenarkan dan bisa disalahkan.

“Bisa benar, karena menurut TNI pernyataan Panglima TNI ini adalah masalah internal TNI yang tidak perlu diributkan.” Ujarnya.

Bisa disalahkan, karena pernyataan Panglima TNI tersebut menabrak sesuatu yang tabu dan sakral yang sudah menjadi komitmen untuk jangan diutak-atik.” Lanjutnya.

BACA JUGA:

Panglima TNI Jenderal Andika Pecat Tiga Oknum TNI yang Tabrak Dua Remaja di Nagreg dan Buang Korban di Serayu

Di Tangan Panglima Baru, Ketua DPD RI Berharap TNI Semakin Profesional dan Diperhitungkan 

Kita harus pahami dulu kaidah-kaidah tentang status orang yang terlibat organisasi terlarang sebagai berikut :

Pertama: siapa yang terlibat PKI? Kalau orang tuanya dulu mungkin mantan PKI apakah anak-anknya juga otomatis terlibat PKI dan apakah statusnya sama sebagai PKI? Disini belum ada hukum yang tertulis. Harusnya ada hukum yang tertulis dan merinci secara hukum sebagai syarat²nya apa saja bahwa anak keturunannya tidak terlibat dan mendukung PKI.

Kita banyak yang salah faham dalam memahami bahwa orang tua yang terlibat PKI maka anaknya otomatis statusnya sama seperti orang tuanya terlibat PKI seakan mendapat “dosa warisan”, ini salah ! Selama anak keturunannya tidak mendukung dan apresiasikan paham komunisme.

Kedua apakah ortunya yang mantan PKI itu saat ini masih terlibat PKI yaitu masih mendukung gerakan perjuangan paham komunisme PKI atau tidak? Kalau masih mendukung berarti secara hukum orang tua tersebut masih terlibat paham komunisme atau PKI.

Bila tidak mendukung paham komunis PKI berarti orang tua ini sudah tidak terlibat.
Karena kenyataan dimasyarakat banyak mantan² PKI yang saat ini sudah sadar dan ngaji belajar agama, dirikan masjid, ketua takmir masjid dan banyak dari mereka yang _hijrah_ bahkan sudah menjadi militan Islamnya.

Kita tidak boleh pukul rata antara _statusnya_ org tua yang dulu pernah terlibat PKI dengan status keturunannya yang tidak terlibat PKI.

Karena banyak yang terjadi di Solo dan didaerah – daerah orang tuanya mantan PKI tapi anak keturunannya banyak yang baik agamanya bahkan menjadi militan Islamnya karena aktif ngaji.

Selama anak keturunannya tidak mendukung dan apresiasikan paham² radikal kiri Komunisme dan Marxisme maka anak turunan tersebut tidak bisa dikatakan terlibat.

Benar kata Jenderal Andika yang DILARANG adalah paham ideologi _Komunisme, leninnisme_ dan _Marxisme_ dan orang – orang yang masih terlibat sampai hari ini terhadap paham-paham kiri maka itu jelas DILARANG untuk menjadi TNI atau ASN karena orang-orang tersebut MASIH terlibat dan mendukung gerakan kiri tersebut.

Jadi BUKAN AP memperbolehkan orang PKI menjadi TNI. Tapi orang-orang yang jelas terlibat PKI dan mendukung gerakan Komunisme, Leninnisme dan marxisme sampai hari ini baik mantan atau tidak, keturunan PKI atau tidak tetap tegas DILARANG masuk TNI.

Sebenarnya pernyataan AP itu hanya komen pribadi AP sendiri terhadap aturan tentang dilarangnya anak yang orangtuanya terlibat PKI menjadi TNI dan itu juga belum menjadi keputusan Rapim.

Karena AP sadar ini bicara masalah doktrin, institusi Pertahanan negara yang punya kulture, azas, norma dan aturan tradisi yang mesti dijaga tidak bisa diotak Atik.

Pernyataan AP tersebut telah digoreng oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Yang jelas ada kelompok yang tidak senang bila TNI bersatu dengan umat Islam dan intinya menciptakan _gap_ (jarak / jurang) kecurigaan antara rakyat atau umat Islam terhadap TNI.

Maka harus dirinci dalam memahaminya jangan sepotong sepotong dan jangan dipotong rekaman pernyataannya AP. Masalahnya disini banyak pihak terlalu cepat menyimpulkan, akhirnya bernarasi macam-macam dalam memahami pernyataan Panglima TNI.

Yang jelas yang saya ketahui bang Andika Perkasa adalah Jenderal yang sangat _humanis,_ seorang TNI “Merah Putih” bukan TNI “Merah” dan beliau adalah seorang _mualaf_.

Saya katakan menjelang 2024 semakin kencang pihak yang berusaha mengadu domba antara TNI dengan umat Islam (rakyat). Karena saya lihat kedepan sebentar lagi peta geopolitik Indonesia akan pecah AP akan _mengback up_ Anies yang dua-duanya ini adalah orang binaan Amerika untuk menggulung pengaruh merah Cina RRC terhadap Indonesia dan dikawasan Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved