NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

IRONI! Kantor Pemungut Pajak Miliaran di Labuhanbatu Dibiarin Jebol, Ada Anggaran Perawatan Kok Masih Bobrok?

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 16 September, 2026 by NKRIPOST

Ket Gbr: Salah satu plafon kantor Bapenda Labuhanbatu yang plaponnya yang jebol butuh perbaikan

NKRIPOST.CO, LABUHANBATU  – Ironi terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang menjadi jantung pemungut pajak daerah bernilai miliaran rupiah, justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Plafon jebol, kayu keropos, dan saluran air rusak.

Padahal, dari kantor inilah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuhanbatu dikelola. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Restoran, Hotel, Reklame, hingga pajak mineral bukan logam.

Berdasarkan pantauan NKRIPOST.CO di Kantor Bapenda Labuhanbatu, Jalan SM Raja, Rantauprapat, Selasa (16/9/2026), kondisi kerusakan terlihat jelas di beberapa titik.

Plafon di ruang pelayanan terlihat bolong dan menggantung. Rangka kayu penyangga plafon tampak lapuk dimakan usia dan lembab akibat kebocoran. Saluran pembuangan air dari atap juga terlihat berkarat dan tidak berfungsi maksimal, sehingga air hujan merembes ke dalam ruangan.

Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan pegawai dan warga yang datang membayar pajak.

“Kenapa kantor yang pungut pajak kita kondisinya rusak begini. Kita bayar pajak taat, tapi kantornya tidak dirawat. Kan aneh. Jadi ragu kita pelayanannya maksimal atau tidak,” ujar salah seorang wajib pajak yang enggan disebutkan namanya kepada NKRIPOST.CO.

Yang menjadi tanda tanya besar, berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Tahun Anggaran 2026, Bapenda Labuhanbatu ternyata telah menganggarkan belanja untuk perawatan kantor.

Tercatat ada dua paket anggaran, yakni:
1. Belanja Jasa Tenaga Penanganan Sarana dan Prasarana Umum – dengan nilai puluhan juta rupiah.
2. Belanja Modal Kendaraan Listrik (Sepeda Listrik) untuk operasional.

Logikanya, jika ada pos anggaran khusus untuk jasa tenaga penanganan sarana dan prasarana, seharusnya kerusakan plafon seperti ini menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Bukan malah dibiarkan.

Publik pun bertanya-tanya, apakah anggaran tersebut sudah direalisasikan? Jika sudah, mengapa hasilnya tidak terlihat? Atau jangan-jangan anggaran itu belum terserap sama sekali?

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Bapenda Labuhanbatu, Fazrinsyah Putra, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan NKRIPOST.CO melalui pesan WhatsApp dan telepon seluler belum mendapatkan jawaban.

Sikap bungkam ini menambah daftar pertanyaan publik.

Padahal, sesuai arahan Bupati Labuhanbatu, seluruh OPD diminta untuk memberikan pelayanan prima dan menjaga fasilitas kantor sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Skandal JKN dan BOK Puskesmas Tanjung Haloban Mencuat: Puluhan Nakes Dipolisikan Kapus, Serbu Polres Labuhanbatu

Jika kantor pemungut pajak saja tidak terawat, bagaimana masyarakat bisa yakin pengelolaan pajak miliaran rupiah itu dilakukan secara profesional dan maksimal?

NKRIPOST.CO akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak Bapenda Labuhanbatu dan Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu terkait realisasi anggaran perawatan tersebut. (Tim/ACD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved