Pimpin Upacara HUT RI di Atambua, Bupati Willy Lay Ajak Doakan Korban Gempa Flores dan Benahi SDM Belu
Diterbitkan Selasa, 18 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belu berlangsung khidmat di Lapangan Umum Atambua, Senin (17/8/2026). Bupati Belu Willybrodus Lay yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyoroti masih rendahnya kualitas pendidikan di Belu. Berdasarkan data BPS 2024, rata-rata lama sekolah anak di Belu hanya 7,5 tahun, jauh dari target wajib belajar 9 tahun.
Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh peserta upacara mendoakan korban gempa bumi M7,7 yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
Upacara dihadiri Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr, Ketua DPRD Belu Theodorus Manhitu Djuang, Forkopimda, pimpinan OPD, veteran, TNI-Polri, pelajar, dan masyarakat.
Ketua DPRD Belu membacakan Naskah Proklamasi. Dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kabupaten Belu yang berjalan lancar tanpa insiden.
Mengawali amanat, Bupati Willy Lay mengajak seluruh peserta menundukkan kepala.
“Saya menyampaikan dukacita mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores. Saya mengajak kita semua… Marilah kita doakan semua korban gempa bumi di Flores,” ujar Willy Lay.
Ia mendoakan korban meninggal mendapat tempat layak di sisi Tuhan, keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, dan warga di posko bencana diberi kekuatan.
BACA JUGA:
30 Paskibraka Belu Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Dalam sambutannya, Bupati mengangkat tema HUT ke-81 RI “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Untuk Belu, tema ini diartikan sebagai kemandirian ekonomi, keadilan sosial, daya saing SDM, dan kesejahteraan masyarakat perbatasan RI-RDTL.
“Data BPS 2024 menunjukkan lama bersekolah anak di Kabupaten Belu hanya 7,5 tahun, padahal harusnya wajib belajar sembilan tahun. Ini angka sangat memprihatinkan. Karena itu butuh perhatian serius orang tua, bukan saja pemerintah dan guru,” tegas Willy Lay.
Untuk menjawab itu, Pemda Belu telah menyiapkan berbagai program: sarana prasarana pendidikan, seragam gratis, insentif guru komite, susu gratis, dan beasiswa berjenjang.
Pemda juga telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi: Undana, UKSW, Unitomo, ISI Solo, UGM, UI, Unair, Unhan, dan Unkris Kupang.
Bupati juga memaparkan capaian di sektor lain:
- Pertanian & Peternakan: Pengadaan traktor, jaringan irigasi, kultivator. Mewajibkan Kades siapkan anggaran pembukaan lahan baru. Penanaman pakan ternak: rumput odot, king grass, lamtoro. Dorong pengolahan pakan modern.
- UMKM: Akses pasar, kemudahan perizinan, dorong kerajinan tenun dan gerabah. Ada program Car Free Day dan Night Market.
- Ketenagakerjaan: Membuka akses kerja ke luar negeri. Kerja sama dengan PT Binawan untuk pengiriman TKI ke Jepang. Angkatan pertama sedang pelatihan. Angkatan kedua segera dibuka. Pendaftaran di Disnakertrans Belu.
Ada juga peluang ke Australia lewat kerja sama dengan lembaga pendidikan di Australia dan SMK Cartintes untuk penguasaan bahasa Inggris.
“Saya minta pemuda memanfaatkan P3MI di Kupang atau hubungi Disnakertrans Belu untuk menghindari TPPO,” imbau Bupati.
Ia menekankan calon TKI harus punya disiplin, etos kerja, dan bahasa asing. “Lebih dari itu, hendaknya menjadi wirausahawan baru.”
Untuk air bersih, Pemda terus mendorong pengadaan sumur bor di setiap desa dan pembangunan SPAM di Kota Atambua.
Bupati Willy Lay menutup amanatnya dengan ajakan agar semangat kemerdekaan diwujudkan dalam kerja nyata.
“Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, pelayanan publik yang semakin baik, serta pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu.”
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. 🇮🇩
