Menhan Sjafrie Sebut Presiden Prabowo Veteran Timor Timur, Ini Rekam Jejak Operasi Seroja
Diterbitkan Rabu, 12 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu veteran pembela kemerdekaan di Timor Timur. Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat membacakan pesan Prabowo dalam peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
“Izinkan saya untuk menyampaikan salam dan ucapan selamat Hari Veteran Nasional 2026 kepada seluruh warga Veteran Republik Indonesia dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang juga sebagai salah seorang warga veteran pembela kemerdekaan di Timor Timur pada waktu tahun 1976,” kata Sjafrie.
Ucapan itu disambut tepuk tangan para veteran TNI dan Polri yang hadir.

BACA JUGA:
Sepak Terjang Perjalanan Prabowo Subianto Hingga Menjadi Presiden RI Ke 08
JEJAK PRABOWO DI OPERASI SEROJA TIMOR TIMUR
Prabowo Subianto memang memiliki rekam jejak panjang di Timor Timur pada era 1970-an hingga 1990-an.
Berdasarkan data sejarah TNI dan kesaksian rekan sejawat:
1. 1976: Prabowo yang saat itu berpangkat Letnan Satu (Lettu) ditugaskan ke Timor Timur sebagai Komandan Peleton Nanggala Kopassus. Ia ikut dalam operasi-operasi perintis di wilayah perbatasan.
2. 1978: Terlibat dalam operasi penumpasan Fretilin di wilayah timur. Pada operasi inilah Presiden Fretilin, Nicolau Lobato tewas. Prabowo saat itu menjabat *Danki Nanggala 3301.
3. 1996: Kembali ke Timor Timur sebagai Komandan Grup 3 Kopassus dengan pangkat Kolonel. Menangani operasi pembebasan sandera Mapenduma di Papua, namun sebelumnya bertugas mengamankan wilayah Timor Timur.
Prabowo sendiri beberapa kali menyebut pengalamannya di Timor Timur membentuk karakter kepemimpinan dan nasionalismenya.
Selain disebut sebagai veteran, Prabowo melalui Menhan Sjafrie juga menyampaikan pesan penting kepada para pejuang.
Sjafrie menekankan pentingnya meneruskan nilai-nilai perjuangan veteran kepada generasi muda: cinta Tanah Air, patriotisme, persatuan nasional, dan kesediaan berkorban.
“Dan kami generasi penerus, generasi muda, siap untuk rela berkorban sebagai inspirasi bagi seluruh anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan menuju Indonesia Maju,” kata Sjafrie membacakan pesan Prabowo.
Menhan juga mengucapkan selamat kepada seluruh veteran dari TNI dan Polri.
Penyebutan “veteran Timor Timur” merujuk pada Operasi Seroja, operasi militer terbesar Indonesia.
Fakta singkat Operasi Seroja:
1. Latar Belakang: Diluncurkan 7 Desember 1975 sebagai respons atas deklarasi kemerdekaan sepihak Republik Demokratis Timor Timur oleh Fretilin pada 28 November 1975.
2. Skala: Melibatkan semua matra TNI: AD, AL, AU. Dijuluki operasi terbesar dalam sejarah TNI.
3. Tujuan Resmi: Mengintegrasikan Timor Timur ke NKRI dan mengamankan stabilitas regional.
4. Dampak: Konflik berlangsung hingga 1999. Estimasi korban jiwa mencapai 100.000 – 180.000 terdiri dari tentara dan warga sipil, menurut berbagai lembaga riset.

BACA JUGA:
Prabowo Ke Pejuang Eks Timor Timur: Atas Nama Bangsa dan Negara Indonesia, Saya Ucapkan Terima Kasih Atas Kesetiaanmu kepada NKRI
Timor Timur kemudian resmi lepas dari Indonesia dan menjadi negara merdeka Timor Leste pada 20 Mei 2002 setelah referendum 1999.
Sejumlah purnawirawan veteran Timor Timur juga angkat bicara di momen Hari Veteran ini.
“Kami dulu berangkat muda. Merdeka itu susah, bukan asal didapat,” ujar salah satu veteran Operasi Seroja yang hadir di Balai Sudirman.
Mereka berharap pengalaman di Timor Timur menjadi pelajaran agar generasi muda menghargai kemerdekaan dan menjaga persatuan.
Pernyataan Menhan Sjafrie muncul di tengah upaya pemerintah menghidupkan kembali semangat kenegarawanan dan bela negara. Sebagai Presiden ke-8 RI yang juga berlatar belakang militer, pengalaman Prabowo di Timor Timur kerap dijadikan rujukan dalam pidato-pidato pertahanan.
Hingga kini, Indonesia dan Timor Leste telah menjalin hubungan diplomatik yang baik dan saling menghormati sejarah masing-masing.***
