NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Majelis Adat Indonesia Respon Seruan Presiden Prabowo: Rekonsiliasi Bukan Slogan, Tapi Kebutuhan Mendesak

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 1 Agustus, 2026 by NKRIPOST

M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, Kepala Pasukuan dan inisiator pendiri Majelis Adat Indonesia (MAI)

NKRIPOST JAKARTA – Majelis Adat Indonesia (MAI) menyatakan dukungan penuh terhadap seruan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pentingnya persatuan nasional dan rekonsiliasi kebangsaan sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaulat.

Dukungan itu disampaikan Sekretaris Jenderal MAI, Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, menanggapi pidato Presiden Prabowo saat menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Kamis 31 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan maju jika para elite terus terjebak dalam konflik.

“Tunjukkan kepada saya negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus,” tegas Presiden Prabowo.

Pernyataan itu dinilai MAI sebagai pesan kenegaraan yang relevan dengan tantangan bangsa saat ini.

“Majelis Adat Indonesia mendukung penuh seruan Presiden Prabowo agar seluruh elemen bangsa mengedepankan persatuan, rekonsiliasi, dan semangat gotong royong. Indonesia tidak akan mampu melompat menjadi negara maju apabila energi bangsa terus dihabiskan untuk konflik, polarisasi, dan pertarungan kepentingan yang tidak produktif,” ujar Dato’ M. Rafik.

Menurut Dato’ Rafik, saat ini Indonesia menghadapi tantangan besar secara bersamaan. Mulai dari kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan, ketahanan pangan, hingga dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

Dalam kondisi itu, kepentingan nasional harus diutamakan di atas kepentingan kelompok.

“Rekonsiliasi kebangsaan bukan sekadar slogan politik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat persatuan nasional dan mempercepat pembangunan. Rakyat menginginkan solusi, bukan pertikaian yang berkepanjangan,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun unsur adat dan budaya Nusantara, MAI menilai kearifan lokal telah lama mengajarkan nilai musyawarah, persaudaraan, dan penyelesaian perbedaan melalui dialog bermartabat.

Majelis Adat Indonesia (MAI)

BACA JUGA:

M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, Kepala Pasukuan: Dorong Lahirnya Majelis Adat Indonesia sebagai Penyeimbang Kekuatan Politik dan Penjaga Nilai Luhur Bangsa

Karena itu MAI mengajak seluruh komponen bangsa: tokoh adat, elite politik, ormas, akademisi, pelaku usaha, pemuda, hingga masyarakat umum untuk mendukung agenda besar persatuan nasional.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dunia. Namun cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh anak bangsa bersatu, saling menghormati, dan bekerja bersama membangun negeri. Sudah saatnya kita mengakhiri politik perpecahan dan mengedepankan rekonsiliasi kebangsaan demi masa depan generasi penerus,” lanjut Dato’ Rafik.

MAI meyakini semangat persatuan yang kuat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berbudaya, serta mampu bersaing di tingkat global sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

Reporter: Bar.S

BACA JUGA:

MAI Tegaskan Kriminalisasi Raja Moronene VIII Berbahaya Bagi Konstitusi, Dorong Penguatan Perwakilan Adat dalam Sistem Ketatanegaraan NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: NKRIPOST.MEDIA@GMAIL.COM
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved