Warga Umanen Belu Dilanda Krisis Air Setiap Musim Kemarau, Terpaksa Beli Air Tangki
Diterbitkan Kamis, 23 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST BELU – Warga Kelurahan Umanen, Kabupaten Belu, tepatnya di RT 10 Kampung Lama Tuntuni, kembali mengalami krisis air bersih setiap memasuki musim kemarau. Hingga Juli 2026, wilayah tersebut belum tersambung layanan perpipaan PDAM Belu.
Satu-satunya harapan warga hanya bergantung pada Sumber Mata Air Fu Wen yang ada di lokasi kampung. Namun debitnya tidak stabil.
Ketua RW 03 Lingkungan Tuntuni, Albertus Fahik, dikutip rri.co.id mengatakan, warga masih terbantu aliran dari mata air Fu Wen saat awal kemarau Juni-Agustus.
Namun begitu memasuki puncak kemarau Oktober-November, debit air nyaris habis.
“Bagian bawah ada tersumbat jadi air tidak mengalir, belum lagi banyak perpipaan sudah rusak. Oktober-November paling terdampak. Kita terpaksa beli air tangki,” ucap Albertus.
Dari 21 Kepala Keluarga yang bermukim di lingkungan itu, hanya belasan KK yang masih bisa memanfaatkan pasokan air. Itu pun karena instalasi perpipaan lama dekat sumber mata air yang masih berfungsi. Sisanya tidak kebagian karena jaringan rusak.
Albertus menjelaskan, sejak tahun 1990-an Pemda Belu melalui Dinas PUPR sudah membangun instalasi perpipaan. Jaringan itu sempat menjangkau Lingkungan Onoboi, Kantor Kecamatan Atambua Barat, hingga RT 01 sekitar KM 6 Umanen.
“Awal pemasangan air bersih warga nikmati, bahkan sambungan perpipaan sampai kantor camat. Tidak lama berselang rusak semua, pipa air macet. Ini ulah oknum warga saja,” kata Albertus.
Ia menyebut, waktu itu warga sempat menikmati air untuk masak, mandi, dan cuci. Namun hanya bertahan sekitar 1 bulan.
“Ulah oknum warga yang kurang bertanggungjawab dengan sengaja merusak perpipaan yang ada, menyebabkan sebagian besar rumah tangga tidak kebagian air bersih,” ujarnya.
Kini yang tersisa hanya pipa lama di dekat sumber mata air Fu Wen. Itu pun sering tersumbat dan tidak mampu melayani seluruh warga.
BACA JUGA:
Bupati Belu Curhat Kesenjangan Informasi Antara Pemerintah dan Masyarakat Direspon Kopinus: Evaluasi Kadis Kominfo
WARGA DESAK PEMDA DAN PDAM BELU SEGERA BERTINDAK
Dengan kondisi ini, warga RT 10 Tuntuni mendesak Pemerintah Kabupaten Belu dan PDAM Belu segera melakukan perbaikan total jaringan serta pemasangan pipa baru.
“Kami sudah puluhan tahun hidup begini. Setiap kemarau harus beli air tangki. Padahal sumber air ada, tapi tidak dikelola dengan baik,” keluh warga.
Jika tidak segera ditangani, diprediksi pada Oktober-November 2026 mendatang, 21 KK di RT 10 Tuntuni kembali akan mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.***
