Puluhan Warga Geruduk Kantor Desa Margaluyu Ciamis, Diduga Terjerat Isu Perselingkuhan dan Desakan Audit Dana Desa
Diterbitkan Sabtu, 18 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST CIAMIS – Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis Herlan, akhirnya buka suara usai diterpa isu dugaan perselingkuhan dan desakan audit pengelolaan Dana Desa. Klarifikasi disampaikan saat puluhan warga mendatangi Kantor Desa, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis 16/7/2026.
Kedatangan puluhan warga tersebut dikawal BPD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar dialog berlangsung kondusif.
Sebanyak 40 perwakilan warga dari 4 dusun yang tergabung dalam Forum Kesatuan Masyarakat Margaluyu Maju mendatangi kantor desa.
Aksi ini merupakan lanjutan dari surat “silaturahmi” yang dilayangkan beberapa hari sebelumnya. Namun di lapangan, kegiatan di aula desa berubah menjadi audiensi dan klarifikasi terbuka.
Koordinator Lapangan, Irman, mengatakan warga datang karena isu etika moral kepala desa yang disebut terjadi di sebuah rest area telah mencoreng nama baik Desa Margaluyu.
“Kegiatan ini merupakan penyampaian aspirasi masyarakat tentang kinerja, perilaku, etika, serta moral dari seorang pemimpin yang dinilai mencederai kepercayaan yang kami berikan, sehingga menimbulkan keprihatinan dan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Ketua Forum, Maman.
Selain menyoal etika, warga juga mendesak Inspektorat Kabupaten Ciamis segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa dan administrasi pemerintahan desa.
“Kami berharap agar Gubernur Jawa Barat KDM dapat menyikapi dan menindak lanjuti permasalahan di Desa Margaluyu ini. Dengan dipimpin oleh pemimpin yang bobrok moralnya, maka diduga banyak penyimpangan anggaran di dalamnya,” tegas Maman.
BACA JUGA:
Viral, Oknum Kades di Ciamis Selingkuh Dengan Istri Tentara Digrebek Warga
Menanggapi tuntutan, Kades Herlan menyatakan menghormati penyampaian aspirasi warga.
“Saya menghargai karena ini hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, selagi saran dan masukan bertujuan baik dan demi kemajuan semua,” kata Herlan.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kalau ada sesuatu bisa konfirmasi langsung atau tabayun kepada Kepala Desa agar tidak menjadi fitnah,” ujarnya.
Herlan juga mengakui beberapa bulan terakhir Pemdes Margaluyu diterpa berbagai isu.
“Namun kami berkeyakinan ini merupakan cobaan, dan InsyaAllah akan membuat kita lebih kuat dan lebih baik,” pungkasnya.
Dialog sempat memanas saat sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama menyampaikan pandangan dari sisi agama tentang dosa perselingkuhan serta tanggung jawab seorang pemimpin di akhirat kelak.
Namun situasi berhasil diredam oleh BPD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Warga menyebut sebelumnya sudah pernah dilakukan musyawarah dan mediasi di kantor desa. Namun sebagian kalangan menganggap persoalan belum selesai, sehingga muncul aksi ini.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan warga, RT, RW, BPD, tokoh agama, aparatur desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas itu berakhir tanpa keputusan atau kesepakatan akhir.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Margaluyu dilaporkan aman dan kondusif. Warga kini menunggu langkah resmi dari Inspektorat Kabupaten Ciamis terkait permintaan audit Dana Desa.***
