Bupati Belu Willy Lay: Masyarakat Berhak Tahu Janji Kami Sudah Dikerjakan atau Belum
Diterbitkan Sabtu, 18 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah segera membuka data ke publik. Alasannya sederhana: masyarakat berhak tahu janji kampanye sudah dikerjakan atau belum.
Pernyataan itu disampaikan Bupati saat memimpin rapat evaluasi kinerja realisasi 10 Program Prioritas TA 2025-2026 di Lantai 1 Kantor Bupati Belu, Jumat 17/7/2026. Rapat dihadiri seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, dan Lurah se-Kota Atambua.
Dikutip Prokopim Belu, Bupati Willy Lay menyoroti adanya kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Masyarakat masih belum tahu apakah program-program yang kita janjikan sudah dikerjakan atau belum. Saya melihat kita belum ada yang menjelaskan atau menyampaikan ke masyarakat secara masif,” ujar Bupati dengan tegas.
Ia menilai, selama ini banyak program prioritas sudah berjalan. Namun karena minim komunikasi, capaian itu tidak sampai ke publik dan menimbulkan persepsi negatif.
Instruksi: Rilis Progres 10 Program Prioritas, Jujur Soal Kendala
Untuk menutup kesenjangan itu, Bupati langsung memberi instruksi kepada Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta PJ Sekretaris Daerah.
“Saya minta Asisten 2 dan PJ Setda untuk membuat rilis resmi sehingga masyarakat tahu bahwa sebagian janji kita sudah dikerjakan. Namun, kita juga harus jujur jika ada beberapa program kerja yang belum terlaksana dikarenakan kendala teknis. Keterbukaan ini penting untuk membangun kepercayaan,” jelasnya.
Laporan itu diharapkan memuat: progres fisik, anggaran yang terserap, kendala di lapangan, dan target penyelesaian. Data ini nantinya akan disebar melalui media, website Pemkab, hingga kanal desa/kelurahan.
Langkah ini juga dimaksudkan sebagai bahan evaluasi internal bagi pimpinan OPD dan Camat agar lebih fokus pada target dan akuntabilitas.
Selain evaluasi, Bupati juga membeberkan rencana strategis jangka menengah Pemkab Belu.
“Pada tahun 2027, saya menegaskan akan memberikan beasiswa untuk delapan bidang studi prioritas. Ini adalah bentuk investasi kami untuk masa depan generasi muda Belu agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves Lantik Maria Imelda Didoek Jadi Kepala Bagian Umum dan Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Belu
Kedelapan bidang studi prioritas itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan daerah perbatasan, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga teknik dan teknologi.
Pengumuman ini disambut antusias peserta rapat. Pendidikan dinilai sebagai kunci memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing SDM Belu di masa depan.
Dengan dorongan keterbukaan data dan rencana konkret di bidang pendidikan, Pemkab Belu berharap 2 hal:
1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan
2. Mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi tantangan global sebagai daerah perbatasan
“Pemerintah tidak boleh bekerja dalam diam. Kalau kita sudah kerja, sampaikan. Kalau belum, jelaskan kenapa. Itu baru namanya pemerintah yang dipercaya rakyat,” tutup Bupati.***
